HomeHankam

Menko Polhukam: Tak Ada Ampun untuk Terorisme

Menko Polhukam: Tak Ada Ampun untuk Terorisme

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto terorisme adalah ancaman yang sangat serius. Karenanya, menurut Wiranto, kita harus selalu siap siaga melawan segala bentuk ancaman terorisme ini.

“Ancaman tersebut juga seharusnya menjadi pengingat kita bahwa kita harus terus mempersiapkan diri serta melakukan segala upaya yang diperlukan guna mencegah dan melawan kejahatan yang luar biasa ini,” terang Wiranto dalam forum Counter Terrorism Conference (CTC) di New Delhi, India, Selasa (14/3/2017).

Dalam rangka penangkalan ancaman terorisme tersebut, lanjut Wiranto, perlua kerja sama bilateral, baik di lingkup regional maupun global. Hadirnya forum CTC itu, baginya, perlu ditindaklanjuti guna mengantisipasi ancaman secara bersama-sama.

“Harapan saya, semua keinginan, perspektif, program dan rencana-rencana dalam melawan teroris dapat terus terealisasikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wironto juga menerangkan bahwa Indonesia selama ini telah menjalankan strategi dalam upaya menghalau kejahatan terorisme. Sebagaimana diakui, Indonesia telah menerapkan beberapa pendekatan terhadap aksi kejahatan ini.

“Dalam pendekatan keras, kami memburu grup-grup teroris, memecah mata rantai mereka, dan melakukan penegakan hukum yang terus menerus,” tandasnya.

Sebagai hasilnya, Indonesia dinilai telah berhasil memutus jaringan teroris dengan melumpuhkan sejumlah gembong teroris yang dipandang berbahaya dan mahir dalam propaganda serta meracik bom.

Di samping itu, program deradikalisasi juga menjadi pengupayaan utama dari pemerintah Indonesia. Program ini dipandang penting guna mencegah paham radikal yang kini dan akan kembali berkembang di Indonesia.

“Untuk melawan propaganda, kita harus menggunakan narasi yang efektif untuk melawan propaganda mereka dan juga penting untuk mencegah mereka untuk mendapatkan akses lebih terhadap cyber technology,” tuturnya. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: