HomeHukum dan HAM

Menkumham Yasonna Bongkar Kebobrokan Lapas

Menkumham Yasonna Bongkar Kebobrokan Lapas

JAKARTA, SUARADEWAN.com –  Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly, membongkar kebobrokan dan kecurangan yang menjadi persoalan klasik di lapas selama ini.

Hal itu diungkapkan Yasonna dihadapan para kepala kantor wilayah (kakanwil) saat memberikan arahan di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Rabu (10/5).

Yasonna meminta para jajarannya itu untuk mengevaluasi tiap lapas di Indonesia, termasuk mengumpulkan data yang akurat diantaranya mengenai peta dan jumlah penghuni lapas.

Ia sangat menyayangkan kejadian kaburnya ratusan tahanan dari rumah tahanan (rutan) Klas II B Sialang Bungkuk di Pekanbaru, Riau beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Dua Tahanan yang Kabur Gergaji Terali Besi Disinyalir Masih di Bali

Menurut Yasonna, insiden itu tak hanya mengenai kaburnya para tahanan melainkan ada persoalan lain yang ternyata lebih menyedihkan.

“Persoalan yang di rutan Pekanbaru, bukan soal pelarian saja. Dari pelarian itu membukakan mata kita bahwa ada sesuatu yang sangat bobrok,” kata Yasonna.

Ia mencontohkan mengenai kondisi tahanan yang sampai cacat kakinya, serta ada tahanan yang diberikan makan dengan cara yang tidak layak. Bahkan, ada juga kejadian keluarga tahanan yang mau menjenguk familinya malah dipersulit dan di pungli oleh petugas rutan.

Baca Juga:  Polda Riau Berhasil Tangkap Kembali 70 dari 200 Napi Rutan Pekanbaru yang Kabur

“Bayangkan ada yang jalan 8 jam jalan, nunggu 2 jam antreannya 15 menit (bertemu) pulang. Mau nambah? Tambah uang. Itu saya dengar,” ungkap Yasonna.

Yasonna menegaskan, dirinya siap dipecat oleh Presiden Jokowi dari posisi Menteri Hukum dan HAM jika tidak bisa segera menyelesaikan persoalan klasik di rutan tersebut.

“Untuk pekerjaan ini ke depan, buat saya menteri hari ini dicopot, nggak apa-apa. Tapi saya mau buat satu kebaikan. Apa sih? Kalau kita tidak melakukan sesuatu yang baik, tetap sama? Nggak ada gunanya,” ujar Yasonna. (za/de)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: