oleh

Menteri Pertanian Ajari Petani Putuskan Mata Rantai Tengkulak Gabah

Ilustrasi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman merasa risau dengan kondisi petani Indonesia yang sering dirugikan oleh para tengkulak. Karena itu, dia memberikan masukan kepada para petani untuk menjual gabah hasil panennya langsung kepada pemerintah melalui Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Lewat Perum Bulog, gabah petani akan dibeli sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) minimal Rp. 3.700 per-kilogram. Harga patokan Pemerintah ini lebih tinggi daripada harga yang biasa dipatok tengkulak, Rp. 3.200 per-kilogram.

Dengan pola ini, Mentan Andi berharap, rantai tengkulak gabah bisa diputuskan dan kerugian petani akibat permainan curang bisa dihindari. Minimal dengan petani menjual gabah hasil panennya langsung ke Bulog, mereka bisa meminimalisir kerugian Rp. 500 per-kilogram.

“Petani, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat, kami minta untuk menjual gabahnya langsung ke Bulog, dengan harga minimal Rp 3.700, sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Jangan sampai petani merugi,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman, Sabtu (11/3).

Mentan mengakui, bahwa serapan gabah petani oleh Bulog hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Dan dia berharap agar Bulog dapat membeli sebanyak-banyaknya hasil panen petani itu dengan harga minimal HPP.

Diketahui, peningkatan penyerapan gabah oleh Bulog naik tajam mencapai 700 persen dibanding dua pekan sebelumnya. Melihat kondisi ini, Mentan menargetkan penyerapan gabah pada musim panen nanti rata-rata berkisar 20.000 hingga 30.000 ton per-hari. (ZA)

Baca Juga:  Komisi IV DPR Imbau Bibit Sawit Berpenyakit Langsung Dimusnahkan
Baca Juga:  Melalui Embung Desa, Labuhanbatu Fokus Irigasi Pertanian

Komentar

Berita Lainnya