Moeldoko: Kasus Penyerangan Ulama Sebenarnya Bukan Permainan Baru

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menduga kasus penyerangan terhadap ulama, seperti yang terjadi di Jawa Barat, ada yang ‘menyetir’. Dia mengatakan modus tersebut sebenarnya bukanlah hal yang baru.

“Kita lagi menurunkan tim untuk mencari tahu, ada apa sebenarnya, kan gitu. Ini kan permainan lama, jangan-jangan ada yang main-main,” tutur Moeldoko saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/2).

Baca Juga:  Dosen Uhamka Tuding Orang Dekat Presiden dan Mayoritas Kader PDIP Sebagai PKI

Dia menegaskan Presiden Jokowi sudah sangat jelas mengatakan bahwa kasus penyerangan terhadap ulama harus diusut tuntas. “Ya jelas statement presiden sudah sangat jelas, polisi untuk menindak dengan tegas dengan keras, nggak boleh ragu-ragu. Entah itu tindakan kekerasan, apalagi intoleransi, harus keras,” katanya

Seperti diketahui, penganiayaan terhadap pemuka agama ini pertama kali terjadi pada pimpinan Ponpes Al-Hidayah KH Umar Basri (60) pada Sabtu (27/1), di dalam masjid seusai salat subuh. Umar dilarikan ke RS karena mengalami luka cukup parah.

Baca Juga:  Din Syamsuddin Nilai Pentersangkaan Rizieq Bukanlah Kriminalisasi Ulama

Satu kasus lainnya ialah yang dialami Ustaz Prawoto. Komandan Brigade Persis ini dianiaya Asep Maftuh hingga meninggal pada Kamis (1/2). Ustaz Prawoto dipukul di bagian kepala dengan pipa besi. Ia sempat dilarikan dulu ke RS, tapi nyawanya tak tertolong. (af)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90