HomeDaerahPulau Jawa

Nangkring di TVRI untuk Tangkal Bahaya HTI, Aliansi Bela Garuda: Ora Keno Mekso

Nangkring di TVRI untuk Tangkal Bahaya HTI, Aliansi Bela Garuda: Ora Keno Mekso

YOGYAKARTA, SUARADEWAN.com – Jumat, 16 Juni 2017, Aliansi Bela Garuda (ABG) Yogyakarta kembali menegaskan sikapnya terkait keberadaan ormas anti Pancasila Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Melalui program Angkringan TVRI bertajuk “Ora Keno Mekso”, yang berarti Tidak Boleh Memaksa, sikap ini jelas tertuju kepada HTI yang memang kerap memaksakan kehendak berupa pendirian khilafah islamiyah di Indonesia. Dan tema ini sekaligus menjadi tema Mudik Lebaran 2017 dari Aliansi Bela Garuda.

Bertempat di Ruang Studi 1 kantor stasiun penyiaran TVRI DIY, kegiatan ABG Yogyakarta ini berlangsung dalam 4 (empat) segmen. Pertama, di segmen I dan III, berisi sambutan pengantar pokok materi terkait masuknya paham anti Pancasila di wilayah Yogyakarta, yang dikemas dalam bentuk geguyon alias lawakan/komedi.

Adapun di segmen II dan IV, berisi penyampaian inti pokok permasalahan tentang bahaya masuknya paham khilafah yang diusung HTI, yang masing-masing disampaikan oleh Anang Zahron (Presidium ABG), Udin (Ketua Ansor Jogja), dan Ridho (intelektual muda Muhammadiyah Jogja) selaku narasumber.

Menurut Udin, kondisi bangsa hari ini dipenuhi dengan pemaksaan kehendak oleh berbagai ormas/kelompok keagamaan seperti HTI. Tentu ini harus dilawan karena berpotensi merusak kebinekaan, kemajemukan sebagai bangsa Indonesia yang plural.

Baca Juga:  Protes Perppu Ormas, HTI dkk Akan Layangkan Gugatan ke MK

“Banyak kelompok (seperti HTI) yang tidak menghendaki adanya Pancasila sebagai dsar negara. Mereka dengan sengaja dan terang-terangan berniat untuk mengubah dasar negara Pancasila, ingin mendirikan negara dalam negara, dalam arti, mengubah negara Pancasila menjadi negara bersistem khilafah,” terang Udin.

Ia pun mengimbau, kepada pemerintah khususnya, untuk membubarkan HTI karena terang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia.

“Segala macam ormas yang menyampaikan, memberikan paham atau memiliki prinsip bertolak belakang dengan ideologi bangsa Indonesia harus dibubarkan,” tegasnya.

Selanjutnya, tambah Udin, kita juga perlu memberikan pemahaman masyarakat supaya tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan paham yang menyesatkan umat Islam dan masyarakat secara umum.

“Mengingat perkembangan teknologi yang ada, masyarakat harus cerdas dalam emmilah dan memilih pemberitaan agar supaya tidak terprovokasi dengan isu-isu yang mengatasnamakan agama Islam, yang hanya bertujuan memecah belah keutuhan bangsa,” tambahnya.

Baca Juga:  Bijak! Jokowi Beri Ruang bagi Mereka yang Mau Gugat Perppu Ormas

Hal senada juga disampaikan oleh Anang Zahron. Ia juga menilai bahwa HTI merupakan kelompok yang melulu menganggap ajarannya paling benar.

“Tentu ini membuat resah warga Jojga, muncul kelompok yang memaksakan kehendak untuk membentuk negara khilafah dengan membawa nama Islam,” tandasnya.

Untuk, ia menegaskan bahwa ABG siap mengawal bangsa Indonesia dari bahaya ormas yang merongrong kedaulatan dan kemajemukan bangsa seperti HTI ini. Karena, tambahnya, HTI hanya akan menimbulkan perpecahan bangsa.

Ridho sendiri menambahkan bahwa generasi muda hari ini hanya harus mengisi kemerdekaan melalui kegiatan-kegiatan positif dengan segala potensi yang dimilikinya. Ia mewanti-wanti jangan sampai generasi muda terpengaruh dengan gerakan-gerakan perusak Pancasila dan kemajemukan bangsa yang terus diusung oleh kelompok HTI.

“Prinsip dan paham khilafah yang banyak meracuni generasi muda harus ditangkal, mulai dari tingkat pendidikan paling rendah sampai tingkat universitas, terlebih harus filter jangan sampai paham tersebut masuk ke lapisan instansi pemerintah,” harapnya. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: