HomeKorupsi

Nazaruddin: Ibas Layak Jadi Tersangka

Nazaruddin: Ibas Layak Jadi Tersangka

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Muhammad Nazaruddin terus menyebut Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyo (Ibas), banyak menerima aliran dana dari berbagai proyek sehingga menurutnya layak menjadi tersangka.

Mantan bendahara umum Partai Demokrat itu menyampaikan pernyataan tersebut usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (18/3). “Banyak (terima uang). Dari banyak proyek. Pokoknya banyaklah (uang) yang ke mas Ibas. Ya harus tersangka lah,” katanya.

Suami Neneng Sri Wahyuni yang sudah menjadi terpidana korupsi Wisma Atlet SEA Games Pelembang, ini mengaku sudah menyampaikan Ibas menerima sejumlah uang dari berbagai proyek hasil “hongkytongky” alias kong-kalikong pengerjaan sejumlah proyek itu ke KPK.

Terkait pernyataan Nazaruddin, KPK menyatakan akan mengklarifikasinya. “Kita perlu verifikasi dan klarifikasi lebih dulu, apakah memang informasi itu ada hubungannya dengan kasus yang ditangani atau tidak,” kata Priharsa Nugraha, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK.

Sedangkan saat wartawan menanyakan, apakah KPK akan memanggil putra bungsu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengklarifikasi tudingan Nazaruddin, Priharsa mengaku belum mengetahuinya. “Saya belum tahu apakah akan dipanggil. Soal benar atau tidak pernyataan Nazar, saya juga tidak tahu, nanti ditanyakan dulu ke penyidik,” katanya.

Sebelumnya, Nazaruddin, terpidana korupsi kasus Wisma Atle SEA Games Palembang, terus menyebut Ibas “bermain” di berbagai proyek, mulai dari proyek wisma atlet, offshore di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), serta proyek lainnya. “Proyek SKK Migas, uang di wisma atlet mas Ibas ada terima,” ucapnya.

Nazaruddin menyebut Ibas bisa menerima aliran dana haram hingga jutaan dolar. “Ada persennya yang terima itu 7%, ada yang 5%. Ya uangnya itu jutaan dolar lah,” ucapnya.

Ibas menerima aliran dana haram itu saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. “Waktu jadi DPR, dia jadi Sekjen, saya jadi Bendahara Umum,” kata Nazar.

Saat media terus mendesak berapa jumlah yang diterima Ibas, Nazar menjawab, “Ada yang US$ 1 juta, US$ 500 ribu, ada yang US$ 405 ribu.” Uang US$ 450 ribu tersebut, menurut Nazaruddin berasal dari proyek Wisma Atlet melalui PT Duta Graha Indah karena berhasil memenangi tender proyek Wisma Atlet, Palembang, Sumatera Selatan.

Saking banyaknya penerimaan, Nazaruddin belum bisa menghitungnya. “Ini yang pasti banyak proyek, banyak penerimaan. Nanti yang penting begini, kita bantu KPK untuk megumpulkan semua buktinya, kita dukung KPK,” ucapnya. (aw)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0