HomeHankam

Ngeri, Ini Bukti Teroris ISIS Sudah Menggeliat di Indonesia Bahkan di Kampus-Kampus

Ngeri, Ini Bukti Teroris ISIS Sudah Menggeliat di Indonesia Bahkan di Kampus-Kampus

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Masyarakat kaget dengan beredarnya sebuah video yang menggambarkan geliat dari kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan NKRI, serta menghancurkan Kebhinekaan di Indonesia.

Dua diantara kelompok itu yang sudah terdeteksi ingin merusak harmoni kebangsaan Indonesia adalah jaringan teroris ISIS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Dalam video yang berdurasi 5 menit 57 detik itu, tergambar beragam aktifitas jaringan HTI dan ISIS di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di lembaga pendidikan universitas.

Pada tahun 8 April 2013, Abu Bakar Baasyir sudah mengumumkan berdirinya ISIS. Dan dalam kurun waktu awal Mei hingga Juni 2013 HTI sudah menyelenggarakan Muktamar Khilafah di 31 kota besar di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Puncak acara HTI tersebut dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada Juni 2013, dengan tema Muktamar “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah”.

Acara tersebut diikuti oleh sekitar 100.000 orang dan diliput oleh banyak media termasuk siaran tunda oleh TVRI.

Diketahui, acara itu bahkan juga dihadiri dan dikukung oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden SBY, Adhyaksa Dault.

Dalam Muktamar itu HTI bertekad ingin mencampakkan sistem demokrasi dan nasionalisme yang mereka anggap sebagai sistem jahiliyah dan menggantinya dengan sistem Khilafah.

Baiat Pada Teroris ISIS

Baca Juga:  Nangkring di TVRI untuk Tangkal Bahaya HTI, Aliansi Bela Garuda: Ora Keno Mekso

Masih kurun waktu 2014, sekelompok orang diketahui melakukan baiat (sumpah setia) pada Abu Bakar Al-Baghdadi, pimpinan tertinggi teroris ISIS. Baiat tersebut dilakukan di Masjid Assyuhada Menteng, Jakarta Pusat, pada 14 Februari 2014. Baiat tersebut bahkan mendapat perhatian dari media Australia.

Satu bulan kemudian atau pada 16 Maret 2014, mereka sudah berani terang-terangan mendeklarasikan berdirinya ISIS Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta. Deklarasi ini menurut klaim penyelenggara sedikitnya dihadiri oleh seribu orang dari berbagai kota di Indonesia.

Lalu pada bulan suci ramadhan 6 Juli 2014, mereka sudah merasuk ke Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan, dan merekrut 2000-an orang yang langsung dibaiat untuk patuh pada pimpinan ISIS Ibrahim bin Awwad Al-Husainy Al-Quraisy Al-Baghdady.

Di daerah Ambon, bahkan kelompok ISIS melakukan unjuk kekuatan saat pawai takbir Idul Fitri Juli 2014.

Setelah menjadi polemik di tengah masyarakat, pada 4 Agustus 2015 pemerintah resmi menjadikan ISIS sebagai organisasi terlarang di Indonesia, karena terbukti mengancam NKRI, Nasionalisme dan Kebhinekaan.

Namun, ternyata ISIS tidak patah arang di Indonesia. Mereka lalu menyublim dengan ideologi Khilafah organisasi lain dan menyusup ke sejumlah ormas keagamaan seperti FPI, FUI, dan tentunya HTI.

Bukti pengaruh ISIS dalam FPI terbukti dari pimpinan FPI Munarman yang melakukan baiat massal pada ISIS di FPI cabang Sudiang, Makassar, pada 25 Januari 2015. Setelah itu mereka kemudian melakukan pawai keliling Makassar usai seminar di Jalan Sungai Limboto.

Baca Juga:  Setelah Serangan Bom Bunuh Diri, Mesir Nyatakan Negara Keadaan Darurat

Peringatan dari PBNU

Terkait gerakan yang bisa merusak Indonesia itu, PBNU sudah mengingatkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mengawasi dengan ketat aktifitas organisasi HTI. Sebab, jika dibiarkan mereka akan membawa kerusakan bahkan kehancuran pada bangsa dan negara Indonesia.

Selain HTI, PBNU juga meminta Kapolri untuk membubarkan organisasi potensial perusak lainnya seperti Majelis Mujahidin dan Jamaah Takfir Wal Hijrah. Termasuk juga turut mengawasi pesantren yang terindikasi menganut dan mengajarkan ideologi berbahaya Wahabi.

Bahkan pada aksi demo 212 di DPR RI, Polri mencium ada agenda berbahaya yang diselipkan beberapa kelompok dalam aksi tersebut. Yakni ingin melakukan perbuatan makar dengan masuk ke dalam DPR DI dan ‘menguasai’ DPR RI.

Jika hal ini dibiarkan, maka ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara Indonesia akan semakin meluas, dan dikhawatirkan tidak bisa dibendung lagi. Untuk itu, sebelum hal itu terjadi, maka semua elemen bangsa yang cinta pada tanah airnya harus bersatu guna mencegah hal buruk itu terjadi. (za)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0