HomeSosial Budaya

Oknum Terlibat Skandal Narkoba, Polri Diminta Terbuka

granat

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dugaan pemerasan terhadap terpidana mati kasus norkoba, Chandra Halim alias Akiong, terus mendapat desakan dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat). Pendiri Granat, Henry Yosodiningrat, meminta pihak kepolisian untuk segera mungkin menuntaskan skandal di tubuh Polri ini.

Menurut Henry, pemeriksaan terhadap oknum polisi berinisial KPS yang diduga melakukan pemerasan terhadap Akiong tersebut terkesan ditutup-tutupi.

“Ini hanya akan menghambat kinerja kepolisian dalam memberantas narkoba. Terlebih jika Tim Pencari Fakta Gabungan (TPFG) telah menyebutkan temuan adanya oknum kepolisian yang terlibat dalam pemerasan itu,” terang Hendry.

Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar sendiri sudah menyatakan bahwa kasus ini tidak boleh ditunda berlarut-larut. Bahwa kepolisian bisa langsung memeriksa oknum yang bersagkutan jika memang sudah ada alat bukti yang kuat.

“Polri tidak perlu menunda-nunda lagi untuk diteruskan ke penuntut umum,” tuturnya.

Bambang menilai bahwa pemeriksaan yang ditunda-tunda cenderung hanya akan mengarah pada upaya meringankan. Tentu hal ini, baginya, tidak sejalan dengan usaha keterbukaan Polri dalam memproses perkata dengan cepat.

“Meskipun terhadap anggotanya sendiri, lembaganya dipercaya masyarakat,” lanjutnya.

Desakan dari pegiat anti-narkoba ini sangat diharapkan dapat direspon secara sigap dan positif. Dan hal ini, menurut Irjen Boy Rafli Amar, Propam dan Bareskrim sudah mengupayakannya sampai sekarang.

“Statusnya terperiksa di Propam dan Bareskrim. Proses pemeriksaannya berjalan simultan, baik di Propam dan Tipikor,” terang Kadiv Humas Polri tersebut. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0