oleh

PAMRI: Kapolri Gagal Memberikan Rasa Aman dan Damai Bagi Masyarakat Indonesia

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Persatuan Aksi Mahasiswa Republik Indonesia (PAMRI) menilai Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian gagal dalam menjalankan tugasnya yakni memberikan rasa aman dan damai pada masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Aksi PAMRI Abdurahman yang dalam keteranga tertulisnya menyebutkan bahwa berbagai statemen, bahkan piagam penghargaan melekat pada Kapolri Jendral Tito Karnavian. Mulai dari statement Indonesia dipuji dunia dalam penangan terorisme dalam orasi ilmiahnya di PTIK bulan Oktober 2017 lalu, sampai pada penganugerahan gelar “Profesor Terorisme” untuk Pak Tito. Namun fakta lapangan berbeda 180 derajat.

“Markas Pusat Penanganan Terorisme (MAKO BRIMOB) Kelapa Dua, Depok berantakan lebih dari 24 jam dan menyebabkan tewasnya 5 personil kepolisian,” kata Abdurrahman, Rabu (16/5).

Baca Juga:  Ini Kata Kapolri Soal Kisruh Penerimaan Akpol di Jawa Barat

Lebih lanjut dia mengemukakan bahwa di bawah komando Jenderal Polisi Tito Karnavian, beberapa data menunjukkan beragam aksi teror dan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris di Indonesia setiap tahun intensitasnya terus mengalami kenaikan.

“Ini membuktikan bahwa Jenderal Polisi Tito Karnavian telah gagal dalam memberikan rasa aman terhadap warga negara Indonesia,” lanjut Abdurahman.

Menurutnya Indonesia harus segera memiliki Kapolri yang baru. Bukan hanya untuk menyelamatkan 260 juta jiwa rakyat Indonesia, namun juga untuk menyelamatkan citra Indonesia dimata dunia, karena isu terorisme adalah isu yang sedang menjadi sorotan tajam dunia.

“Jangan sampai Indonesia menjadi terkenal sebagai Sarang Terorisme di dunia. Presiden Jokowi wajib mengganti Kapolri yang baru. Kapolri yang bisa bekerja, dan mampu mengamankan Indonesia dari bahaya terorisme,” kata dia.

Baca Juga:  Kapolri: Keberagaman Harus Kita Jaga

Oleh sebab itu, PAMRI mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Jend. Pol. Tito Karnavian dan menggantinya dengan kapolri baru yang serius memberantas terorisme di indonesia.

“Presiden harus berani dan tegas terhadap kelalaian yang mengakibatkan stabilitas keamanan negara terganggu. Jika presiden tidak mengganti Kapolri, maka terorisme akan tumbuh subur dan mengancam keutuhan NKRI,” pungkas Abdurrahman. (sd)

Komentar

Berita Lainnya