oleh

Pasca Pencabutan Ridwan Kamil, Golkar Kini Usung Dedi Mulyadi

BANDUNG, SUARADEWAN.com – Kontestasi politik menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat kian riuh. Setelah pencabutan dukungan partai Golkar kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil, kini partai beringin mengusung kadernya sendiri Dedi Mulyadi yang notabene Bupati Purwakarta.

Pengamat politik dan isu demokrasi Dedi Kurnia Syah menilai, apa yang dilakukan Golkar merupakan langkah wajar, menurutnya dalam politik selalu ada dinamika yang tidak mengenal kata final.

“lumrah saja dalam manuver politik, terlebih kontestasi di Jawa Barat baru sebatas publisitas (promosi), belum masuk ke persoalan (pendaftaran) pemilihan, politik itu dinamis dan tidak ada final dalam aktifitasnya” ujarnya kepada Suaradewan.com, pada Jum’at (21/12/17).

Baca Juga:  Selain PDIP, Ternyata PKS Juga Lirik Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar 2018
Pengamat politik dan isu demokrasi, Dedi Kurnia Syah

Penulis buku CSR Politik ini pun menilai partai Golkar harus banyak berhitung, dimana partai pimpinan Airlangga Hartarto ini menghadapi krisis kepercayaan masyarakat yang cukup mempengaruhi iklim elektoralitas (tingkat keterpilihan).

“Tentu tidak mudah menentukan petarung handal disaat citra partainya alami krisis, partai harus berhitung terkait tokoh yang di usung, setidaknya ada nilai tawar untuk masyarakat yang takmenyukai partai, ada pilihan bahwa tokohnya disukai ” paparnya.

Saat disinggung soal pergantian arah dukungan Golkar dari Ridwan Kamil ke Dedi Mulyadi, pria kelahiran Aceh ini tidak secara rinci menyebutkan kenapa hal itu terjadi. Baginya kondisi rersebut hanyalah persoalan strategi dalam menimbang kandidat potensial.

Baca Juga:  Ketua Jadi Tersangka, GMPG Deklarasikan #GerakanGolkarBersih

“Partai yang hadapi krisis perlu tokoh yang mampu meredakan sensitifitas terhadap partai. Mungkin saja Dedi Mulyadi diangap mampu memenuhi kebutuhan tersebut” tegasnya. (FN)

Komentar

Berita Lainnya