HomeDaerahTangerang Raya

Pasca Tragedi Bom Surabaya, Pengamanan Gereja di Kota Tangsel Diperketat

Pasca Tragedi Bom Surabaya, Pengamanan Gereja di Kota Tangsel Diperketat

TANGSEL, SUARADEWAN.com — Kepolisian Resor (Polres) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memperketat pengamanan sejumlah gereja. Hal tersebut menyusul pasca terjadinya, peledakan bom di gereja Surabaya, Jawa Timur, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sawahan, pada Minggu (13/5/2018) pagi.

Kepada suaradewan.com Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho Hadi mengatakan, pada dasarnya pengamanan di sejumlah gereja di Kota Tangsel telah dilakukan.

“Sebelum ada bom di tiga titik gereja yang ada di Surabaya, kami sudah melakukan pengamanan. Tapi setelah ada kejadian itu, pengamanan diperketat,” kata Alexander, pada Senin (14/5/2018).

Baca Juga:  Dua Pemuda Residivis Spesialis Rumah Kosong Ditembak Vipers Tangsel

Menurut Alexander, ada sebanyak 500 personil yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan di 179 gereja yang ada di Tangsel. “Kita adakan penggeledahan kepada orang yang dicurigai dengan sistem selektif prioritas. Kami pun menghimbau agar mansyarakat jangan takut, percayakan keamanan kepada aparat kepolisian,” ungkapnya.

Seperti diketahui, ledakan bom pertama, terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Gubeng, pada sekitar pukul 7.30 WIB. Sekira lima menit kemudian bom di GKI Surabaya di Jalan Diponegoro dan GPPS di Jalan Arjuno yang meledak hampir bersamaan. (FN)

Comment