oleh

PDI P Kota Samarinda: Hanya Paslon Rusmadi-Safaruddin Yang Tak Berurusan Dengan Hukum

SAMARINDA, SUARADEWAN.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Samarinda, H Siswadi, mengaku ngeri dengan nasib Provinsi Kalimantan Timur, jika masyarakatnya salah memilih pemimpin. Disarankannya, para pemilih harus mau mencari rekam jejak masing-masing kandidat sebelumnya memutuskannya.

Dari semua pasangan calon, kata Siswadi, hanya pasangan Rusmadi-Safaruddin yang benar-benar tak pernah berurusan dengan penegak hukum. Sedangkan yang lainnya, pernah tersangkut dan bahkan ada yang masih dalam penyelidikan kepolisian.

“Hanya saja, karena pimpinan Polri sudah sepakat menghentikan dulu proses penyidikan kalau pelakunya adalah calon yang sedang maju dalam pilkada serentak,” ujar Siswadi.

Pada acara kampanye dialogis mendampingi Cawagub Safaruddin, di Jalan Anggi, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (2/5/18) malam, Siswadi terang-terangan menyebut nama-nama kandidat gubernur maupun calon wakilnya yang pernah dan masih dalam tersangkut pidana.

“Inilah alasannya PDI Perjuangan tidak ikut mengusung Rusmadi-Safaruddin sebagai kandidat gubernur. Kami tidak mau punya pemimpin nantinya hanya sibuk berurusan dengan hukum saja,” tandas Siswadi.

Jejak rekam para cagub dan cawagub itu perlu dicermati para pemilih. Misalnya soal banjir di Kota Samarinda dan Balikpapan. “Sudah berhasil gak diatasi. Sudah berubah apa tidak? Kalau jawabannya tak berubah berarti pemimpinnya gagal,” ujarnya.

Soal alasan PDI-Perjuangan mengusung Rusmadi-Safaruddin sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim, kata Siswadi, ada tahapan yang harus dilalui dengan pertimbangan yang matang, mulai dari melihat latar belakang dan asal-usul kedua paslon, sehingga dalam menetapkan pilihan membutuhkan proses yang cukup panjang.

Sebenarnya banyak pihak yang bertanya, mengapa PDI-P harus mengusung Rusmadi-Safaruddin dan tidak mengusung calon lainnya? Menurut Siswadi semua itu telah melalui mekanisme partai yang super ketat. Kedua figur ini dinilai adalah sosok yang bersih dan tidak terkait dengan masalah hukum.

Pada kesempatan tersebut, Cawagub Safaruddin menyampaikan memasuki bulan suci Ramadhan, dirinya akan tetap melakukan sosialisasi dengan masyarakat. Tak ada kata istirahat didalam kamus Safaruddin.

Bulan puasa tidak harus mengendorkan semangat untuk selalu dekat dengan rakyat. Bila perlu kekuatannya ditambah.

“Kalau tadinya larinya hanya 50 km perjam, maka sekarang harus gas full,”sebut Safaruddin dengan semangat berapi-api menyampaikan kepada para pendukungnya.

sumber: #4Tim Media

Baca Juga:  Kunjungan ke Sepinggan, Balikpapan. Safaruddin Janji Tuntaskan Banjir
Baca Juga:  Pilkada Serentak 2018, Jagoan PDI Perjuangan Kalah di 11 Provinsi

Komentar

Berita Lainnya