HomeNasionalPolitik

PDI-P Sebut Amandemen UUD Saat Ini Bukan Waktu yang Tepat

PDI-P Sebut Amandemen UUD Saat Ini Bukan Waktu yang TepatWakil Ketua MPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Ahmad Basarah

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Wakil Ketua MPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebut amandemen Undang Undang Dasar tahun 1945 saat ini bukan hal yang tepat.

Hal itu ia sampaikan mengingat saat ini fokus penyusunan kebijakan dilakukan pada penanganan virus corona (Covid-19). Penanganan pandemi Covid-19 disebut membutuhkan peran aktif seluruh pihak.

“Dengan berbagai pertimbangan tersebut, maka saat ini bukanlah momentum yang tepat bagi MPR untuk melakukan amandemen UUD,” ujar Ahmad dalam keterangan resminya, Sabtu (4/9).

Baca Juga:  Amendemen Konstitusi dan Ancaman Menguatnya Oligarki

Perubahan UUD 1945 disebut berbeda dengan perubahan pada undang undang (UU) biasa. Amandemen UUD membutuhkan usulan minimal dari sepertiga jumlah anggota MPR.

Tidak hanya itu, secara pandangan politik, perlu juga kesepakatan para Ketua Umum atau Pimpinan Partai Politik yang punya perwakilan di MPR serta unsur DPD RI di MPR. Selain itu, perlu juga dukungan luas dari pimpinan lembaga-lembaga negara lainnya serta dari sebagian besar elemen bangsa Indonesia lainnya.

“Jika semua prasyarat formil dan non-formil tersebut sudah terpenuhi, maka di situlah momentum yang tepat bagi MPR melakukan langkah formil kenegaraan amandemen terbatas UUD NRI 1945,” ungkap Basarah.

Baca Juga:  Ramai Isu Amendemen, Komisi II Pastikan Pemilu Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Sebagai informasi, sebelumnya usulan amandemen UUD muncul untuk membuat Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Hal tersebut merupakan bentuk baru dari Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang sempat ada.

Rencana tersebut dinilai menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Bahkan memunculkan isu amandemen UUD untuk merevisi masa jabatan Presiden paling banyak menjadi 3 periode. (kont)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0