HomeHankam

Pecat Para Pejabat Negara yang Gabung HTI

Pecat Para Pejabat Negara yang Gabung HTI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Demikian ditegaskan oleh Guru Besar Hukum Tata Negara Moh. Mahfud MD. Siapapun pejabat negara yang berani gabung ke ormas anti Pancasila Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), bagi Mahfud, ia harus dipecat.

“Seharusnya tidak boleh (ikut ideologi HTI) kecuali ikut pengajian-pengajiannya. Tetapi kalau ideologinya tidak boleh. Seharusnya mereka dicopot karena sudah tidak sesuai lagi dengan syarat menjadi pejabat, yaitu setia kepada Pancasila dan UUD,” tegasnya di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Baca Juga:  Politisi PPP: Gerakan Separatis di Papua Juga Perlu Dibubarkan

Terlebih kepada mereka (para pejabat negara) yang dengan sadar ikut mendukung pendirian khilafah yang diperjuangkan HTI. Itu jelas berarti bahwa ia tidak setia pada aturan main di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

“Kalau ada pejabat kayak gitu, mundur saja,” pungkasnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga menerangkan terkait adanya advokat yang bersedia jadi pembela HTI. Menurutnya, tidak masalah karena itu merupakan bagian dari hak berkonstitusi.

Lagipula, lanjut Mahfud, advokat tersebut tidak akan mungkin membela ideologi HTI yang anti Pancasila itu.

Baca Juga:  GP Ansor Akan Almarhumkan HTI

“Paling dia (advokat) akan mengatakan HTI itu tidak ingin mengganti Pancasila. Nah, tinggal buktikan,” tambahnya.

Kalaupun nanti adovakat tersebut berhasil membuktikan bahwa kliennya tidak ingin mengubah Pancasila, berarti itu sudah tidak ada HTI-nya. Artinya, advokatnya tidak akan berani mengatakan bahwa HTI memang ingin mengganti Pancasila.

“Advokat itu menyamarkan hal yang sudah jelas. Ditafsir-tafsirkan bahwa HTI tidak anti Pancasila,” terang Mahfud kembali. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: