HomeDaerahPulau Jawa

Pembuat Berita Hoax Pencatut Sri Sultan HB X Ditangkap Polisi

Pembuat Berita Hoax Pencatut Sri Sultan HB X Ditangkap Polisi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Penyebar berita hoax yang mengutip Gubernur DIY Sri Sultan HB X akhirnya berhasil ditangkap oleh jajaran kepolisian Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengkomfirmasi terkait penangkapan tersebut. Dalam keterangannya, Kapolda mengatakan bahwa pelaku berinisial RNM (25) warga Sumatra Selatan (Sumsel).

Pelaku menyebarkan hoax, jelas Ahmad menggunakan laman miliknya, metronews.tk. Judul berita hoax disebarkan pelaku, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono: Maaf Bukan SARA, Tapi Cina Dan Keturunannya Tidak Pantas Jadi Pemimpin Di Bumi Nusantara. Fakta Sejarah, Tionghoa Adalah Satu-Satunya Penghianat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Konten berita hoax tersebut dibuat sendiri oleh pelaku dengan cara mengutip dan mengedit sejumlah artikel yang ada di internet.

Baca Juga:  Bukti Komitmen Keraton Yogyakarta Terhadap Penyebaran Ajaran Islam

“Yang hoax-nya dia yang membuat, dia ambil dari beberapa konten dipotong-potong. Seolah-olah itu bahasanya Pak Gubernur (DIY),” tutur Ahmad, Jumat (28/4/17).

Kapolda mengatakan pelaku diancam hukuman penjara selama enam tahun dan denda Rp1 miliar sesuai dengan pasal 27 UU No.11/2008.

Selain menangkap pelaku, petugas kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya ponsel, sebuah laptop yang dipakai pelaku dalam menyebarkan berita hoax, dan beberapa kartu seluler.

Baca Juga:  Pulang Piknik dari Yogyakarta, 36 Warga di Boyolali Terpapar Covid-19

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X melaporkan berita hoax di laman www.metronews.tk yang mencatut namanya. Salah satu point dalam tersebut menyebut bahwa salah satu etnis tertentu tidak pantas menjadi pemimpin di Indonesia.

Tulisan hoax ini kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi polemik. Pasalnya, banyak kalangan menjadikan tulisan ini sebagai alasan pembenar untuk tidak mendukung salah satu peserta di Pilkada DKI Jakarta, karena merujuk pada etnisnya, seperti yang disebut dalam tulisan tersebut. (DD)

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: