Pemerintah Bunuh TV Analog, Rakyat Menjerit!

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kita tahu, belakangan ini rakyat sedang dilanda berbagai kesulitan ekonomi. Dari kelangkaan sejumlah bahan pokok di pasaran sejak isu minyak. tahu-tempe, hingga kemudian BBM Pertalite, kini soal perpindahan TV Analog ke TV Digital juga mencekik masyarakat.

Namun dengan teganya, Ppemerintah tetap ‘bunuh’ siaran TV analog dan masyarakat seakan-akan dipaksa untuk migrasi ke siaran TV digital. Hal ini membuat masyarakat menjerit karena harus mengeluarkan kocek yang lumayan untuk sesuatu yang sebenarnya bukan kebutuhan primer.

Baca Juga:  Pemerintah Akan Gelar Seleksi, 1,27 Juta Formasi CPNS dan PPPK Disiapkan di 2021

Untuk yang punya usaha di bidang ini mungkin akan merasa diuntungkan, seperti toko-yoko elektronik di Jakarta yang banyak secara mendadak kebanjiran pelanggan yang hendak membeli set top box.

Tak hanya set top box, tetapi juga pada kabel antena.

“Gara-gara digitalisasi televisi, toko elektronik kehabisan kabel dan antena TV. Harga set top box juga naik yang standar Rp 150 ribu jadi Rp 200 ribu,” tutur salah satu pemilik toko elektronik di Jakarta.

Baca Juga:  Terdampak Covid-19, Pengusaha: Daya Tahan Industri Diproyeksi Hanya Sampai Juni

Dengan kelangkaan tersebut, maka harga set top box meningkat. Sebaliknya, masyarakat menjerit. Bahkan, tak bisa ditutup-tutupi, sejumlah masyarakat menengah ke bawah rela terlibat dalam hutang kredit dengan bunga hampir 100% untuk membeli barang tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90