Pemerintah Diminta Pulangkan TKA yang Lemah Skill

Pemberkasan Dokumen TKA Tiongkok - Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok tiba di Kantor Imigrasi Kelas II, Jalan Raya Merak, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Rabu (3/8/2016). Kedatangan mereka ini untuk pemberkasan dokumen usai diamankan oleh POlda Banten. Doni KUrniawan/Banten Raya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemerintah RI diminta untuk lebih mengawasi lagi peredaran Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tersebar di Indonesia, utamanya terhadap mereka yang dinilai tidak memiliki skill yang memadai.

Hal itu disampaikan Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (K-Sarbumusi NU) pada peringatan hari buruh sedunia atau may day Senin (1/5) hari ini.

Wakil Presiden DPP K-Sarbumusi Bidang Luar Negeri, Muhammad Miftah Farid, menuturkan, pemerintah semestinya harus lebih mengutamakan buruh dalam negeri ketimbang buruh asing.

“Harusnya untuk mengakomodir tenaga kerja dalam negeri pemerintah mengawasi peredaran TKA dan mengembalikan TKA yang unskill,” kata Miftah di Kantor DPP K-Sarbumusi NU, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (1/5).

Sementara menurut Wakil Presiden DPP K-Sarbumusi NU Bidang Dalam Negeri, Sukitman, kehidupan buruh di dalam negeri saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Salah satu buktinya adalah mereka masih diberikan upah yang rendah demi menarik investasi dari para pengusaha.

“Saat ini demi menarik invetasi, buruh diberi upah yang tidak layak dan jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tentu ini merugikan buruh dan anak bangsa Indonesia,” tukasnya. (ZA/trb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90