Pemkot Tangsel Adakan Rapat Muspida Jelang Natal dan Tahun Baru

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Aksi solidaritas dukungan kemerdekaan Palestina masih terus dilakukan oleh sejumlah ormas Islam, di berbagai daerah termasuk di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Rencananya bersamaan dengan pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru, sejumlah ormas Islam juga akan melakukan aksi solidaritas.

Hal tersebut diakui oleh Kapolres Kota Tangsel AKBP Fadli Widiyanto, yang sudah menerima laporan mengenai aksi yang rencananya akan digelar pada Sabtu (23/12) mendatang. Namun masih belum dipastikan apakah aksi ini akan tetap berlangsung atau tidak, mengingat perayaan Natal dan Tahun Baru sudah di depan mata.

Pemkot bersama jajarannya pun berupaya untuk memperketat pengawasan di dua hari besar itu. Apalagi, saat ini Tangsel kerap mengalami pergesekan masyarakat. Sehingga sangat penting dilakukan peningkatan pengawasan.

”Kita masih belum memastikan, karena aksi ini beriringan dengan perayaan Natal. Bagaimanapun, sebagai warga negara Indonesia, kita harus menghormati jemaah Kristen yang sedang merayakan Natal. Karena itu, kami akan mengadakan rapat tentang pengamanan,” papar AKBP Fadli Widiyanto usai menghadiri rapat Koordinasi Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di Batalyon Kavaleri 9, Serpongutara, pada Selasa (19/12/2017).

Baca Juga:  KPK: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Pemprov DKI Jakarta Turun 15 Persen

AKBP Fadli, rencananya akan mengundur aksi solidaritas tersebut ke tanggal 30 Desember mendatang. Akan tetapi hingga saat ini masih trus dirundingkan karena pihaknya sedang menunggu solusi yang mungkin bisa diusulkan oleh ormas Islam yang akan menggelar aksi.

Unsur Muspida Kota Tangsel berphoto bersama usai rapat pengamanan menjelang natal dan tahun baru (19/12)

”Karena itu, pesan ini supaya bisa sampai ke masayarakat, sehingga masyarakat bisa mengutarakan usulannya. Untuk menghormati ibadah umat kristian, aksi diundur, bisa atau tidak,” katanya.

Hal tersebut juga disepakati oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Saidih yang rencananya aksi yang akan digelar bersamaan dengan Natal itu bisa diundur menjadi tanggal 30 Desember.

”Karena bagaimanapun kita harus memberikan toleransi kita kepada masyarakat beragama Kristen. Maka akan saya upayakan agar informasi ini sampai kepada Ormas Islam, untuk memastikan waktu yang paling tepat,” katanya.

Baca Juga:  Edi Piliang Rilis Lagu Cinto Babaluik Luko, Pelestarian Dendang Minang dari Ancaman Kepunahan

Dengan adanya pengunduran waktu aksi ini, Pemeluk Agama Kristen bisa menjalani hari rayanya dengan khusuk dan khikmad. Dan besar harapan, agar umat Islam di Tangsel bisa memahami rencana Muspida.

Sementara Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany sendiri menegaskan, karena aksi yang akan dilakukan bersamaan dengan perayaan Natal, penting bagi jajaran pengamanan untuk meningkatkan upaya pengawasan dan pengamanan.

”Muspida sudah memutuskan untuk memberikan pengamanan di sejumlah titik. Untuk aksi yang akan dilakukan ormas Islam pun akan segera diputuskan. Pada intinya, jika aksi yang akan dilakukan itu tetap berlangsung di Sabtu besok, Ormas bisa berkomitmen untuk tetap menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat,” tegas Airin.

Pihaknya pun menghimbau agar apapun keputusan yang diberikan Polres dan jajaran pengamanan bisa diterima dan disepakati. ”Bagaimanapun, Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya memiliki keyakinan berbeda. Toleransi sangat penting dilakukan, kalau hasil rapat memutuskan penundaan waktu aksi, tolong dipahami,” ungkapnya. (FN)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90