Penantian Panjang 24 Tahun, Anwar Ibrahim Menjadi Perdana Menteri Malaysia

SUARADEWAN.com — Anwar Ibrahim ditetapkan sebagai Perdana Menteri Baru Malaysia setelah penantian panjang 24 tahun. Proses perjuangan yang panjang dan penuh keyakinan hingga akhirnya mendapatkan dukungan dari rakyat, dan partai yang dipimpinnya mendapatkan kemenangan.

Anwar Ibrahim merupakan salah satu politisi yang tidak mendapatkan karpet merah. Menapaki jalan politik yang terjal dan berliku. Perjuangan Dato Anwar Ibrahim itu senafas dengan prinsip Satyam Eva Jayate. Yang artinya, bahwa pada akhirnya kebenaran akan menang.

Dengan terpilihnya Anwar Ibrahim diharapkan akan memancarkan kebijaksanaan bagi kemajuan Malaysia. Sebelumnya, Anwar Ibrahim ditunjuk sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru setelah ketidakpastian politik menyusul pemilu Sabtu lalu.

Baca Juga:  Perang Berhenti di Aceh 16 Tahun Lalu: Sepakat di Helsinki usai Gagal di Tokyo

Penunjukan Anwar Ibrahim ini diumumkan istana kerajaan Malaysia setelah raja bertemu dengan para penguasa sembilan negara bagian. Anwar akan dilantik pada Kamis (24/11) pukul 17.00 waktu setempat. Demikian dilansir Nikkei Asia.

Penguasa sembilan negara bagian mulai menggelar rapat khusus dengan Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah di Istana Nasional di Kuala Lumpur untuk membahas situasi perpolitikan setelah pemilu federal pada 19 November lalu.

Baca Juga:  UU Kontroversial Anti Muslim Biang Keladi Konflik Hindu-Muslim India

Dalam pemilu pekan lalu, partai koalisi Anwar Ibrahim maupun koalisi mantan PM Muhyiddin Yassin tidak berhasil meraup suara mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan. Koalisi Anwar Ibrahim meraih kursi terbanyak pada pemilu hari Sabtu yaitu 82, sedangkan Muhyiddin meraih 73.

Mereka memerlukan 112 kursi (mayoritas sederhana) untuk membentuk pemerintahan. Raja Malaysia kemudian menyampaikan akan memilih PM baru. Anwar Ibrahim akan menjadi PM Malaysia ke-10. [red/eb]

Tinggalkan Balasan

banner 728x90