HomeHankam

Pengamat Militer: Laporan Investigasi Allan Nairn Spekulatif

Pengamat Militer: Laporan Investigasi Allan Nairn Spekulatif

JAKARTA, SUARDEWAN.com – Dugaan keterlibatan militer dalam upaya penggulingan Pemerintahan Joko Widodo yang ditulis jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Allan Nairn memicu ragam tanggapan dari sejumlah pihak.

Pengamat militer, Salim Said mengaku tidak mempercayai validitas tulisan Allan Nairn yang pertama kali ditayangkan di laman media online asal Amerika, Intercept.

Menurutnya, tulisan investigasi yang menyebut sejumlah tokoh agama, politisi dan pihak militer merencanakan upaya makar, adalah spekulatif sehingga tidak perlu ditanggapi.

“Saya tidak percaya terhadap analisanya Allan Nairn, sangat spekulatif. Jadi enggak usah terlalu diperhatikanlah,” tandas Salim, di Jakarta  Senin (24/4/17).

Baca Juga:  Al Khathtath Bersama Komplotan Niat Gulingkan Presiden Setelah 19 April

Bahkan ia menuding Allan Nairn mengada-ada terhadap tuduhannya terhadap TNI yang berupaya makar dengan menunggangi sejumlah aksi bela islam yang digelar oleh Ormas Islam.

“Enggak ada itu cerita-cerita kudeta, konspirasi dan sebagainya. Jangan percaya cerita Allan, dia enggak mengerti Indonesia,” tegas Salim.

Menurut Salim, militer Indonesia sudah menjalankan UU TNI yang memberikan kekuatan kepada sipil dalam rangka melakukan supremasi sipil. Tentara, menurut pasal 10 Undang-Undang Dasar 1945, tunduk kepada presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, baik itu angkatan darat, laut dan udara.

Baca Juga:  Habib Rizieq Shihab Akan Kembali diperiksa Polisi untuk Kasus Makar

Sebelumnya, Allan Nairn dalam tulisannya yang berjudul Trump’s Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected, menyebut sejumlah pihak, salah satunya TNI merencanakan skenario untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo atau makar.

Tulisan tersebut kemudian dikutip media online di Indonesia itu dengan judul Investigasi Allan Nairn: Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar.

Dalam investigasnya, Allan Nairn juga menyebut sejumla nama seperti, Wakil Ketua DPR-RI Wakil Fadli Zon, dan rekan bisnis Donald Trump di Indonesia, Hary Tanoe sebagai pendukung utama upaya menggulingkan Presiden Joko Widodo. (DD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0