HomeDaerahPulau Jawa

Pengamat Politik: Pengusungan Mulyadi Pada Pilkada Jabar 2018 Adalah Tradisi Positif

Pengamat Politik: Pengusungan Mulyadi Pada Pilkada Jabar 2018 Adalah Tradisi Positif

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat masih menyisakan waktu lebih dari setahun lagi.  Namun  demikian, suhu persaingan politik mulai menghangat. Hal ini ditandai dengan munculnya sejumlah nama tokoh yang masuk dalam bursa calon peserta  Pilkada Jabar 2018 mendatang.

Setelah nama Walikota Bandung Ridwan Kamil menyatakan maju dengan Partai Nasdem sebagai pengusungnya. Kini, muncul nama Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi yang bakal ikut andil dalam pertarungan Pilkada Jawa Barat 2018.

Dalam hasil Rapat pimpinan Daerah Partai Gerindra Jabar di Bogor, Senin 1 Maret 2017, seluruh internal Partai Gerindra yang terdiri dari pengurus DPD, DPC, kader dan simpatisan  menyatakan sepakat untuk mengusung Mulyadi sebagai bakal calon Gubernur Jabar 2018.

Baca Juga:  Pengamat: Unggul Hitung Cepat Belum Tentu Menang

Pengamat politik sekaligus Direktur Utama Lembaga Survei Konsepindo Research & Consulting, Veri Muhlis Arifuzzama menilai, penunjukan nama Mulyadi sebagai tradisi yang positif.

Partai Gerindra lebih memilih kadernya sendiri ketimbang mengusung nama dari luar. Menurut Muhlis, hal ini menunjukkan kesiapan yang  serius dari partai berlambang Garuda tersebut dalam menyambut ajang demokrasi lima tahunan di Jawa Barat ini.

“Ditunjuknya Pak Mulyadi sebagai kandidat pada Pilgub Jabar 2018 menunjukan kesiapan internal partai menyambut kontestasi Pilkada 2018. Bagaimana mau siap ikut kontes, kalau calon dari internal saja tidak ada. Saya kira ini tradisi positif,” terang pengamat politik ini, Rabu (3/5/17).

Baca Juga:  Jelang Pilkada, DPR Minta Kemendagri Selesaikan Permasalahan KTP-el

Masih menurut Muhlis, dalam banyak survei yang dilakukan oleh Lembaganya di berbagai daerah di Pilkada serentak 2017 dan menyongsong pilkada serentak 2018, elektabilitas Partai  Gerindra cukup ideal, yakni berada di posisi tiga besar.

Sehingga, jelas Muhlis, siapapun calon yang diusung oleh partai Gerindra di Jawa Barat akan menjadi calon kuat. Dirinya juga menyebut, calon yang diusung Gerindra akan memberikan efek gentar terhadap kandidat lainnya.

“Ini bukan semata karena Gerindra merupakan pemenang Pilkada DKI yang amat heboh itu, namun ibarat bunga, Gerindra sekarang memang sedang mekar-mekarnya,” pungkasnya. (DD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: