HomeHukum dan HAM

Penggagas Deklarasi Dukungan Berbau SARA Diamankan Polisi

Penggagas Deklarasi Dukungan Berbau SARA Diamankan Polisi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Jawara silat Betawi berinisial AH diamankan oleh pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan dengan dugaan melakukan deklarasi dukungan terhadap salah satu calon Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Hasil proses penyelidikan, kami melakukan gelar perkara dan akhirnya menemukan ada suatu peristiwa pidana di situ, melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,” sebut Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan.

Deklarasi dukungan berbau SARA yang sempat divideokan tersebut tersebar luas di media sosial dan mengundang keresahan banyak pihak. Pasalnya, dalam video tersebut para peserta deklarasi dukungan bersumpah setia akan memilih gubernur muslim sambil mengangkat golok.

Baca Juga:  Meski Masuk Masa Tenang, Pembagian Sembako Masih Massif Terjadi

Iwan menuturkan, AH merupakan penggagas deklarasi tersebut. Ia diamankan oleh aparata keamanan karena trindikasi akan kembali melakukan deklarasi yang sarat dengan SARA tersebut.

Iwan juga mengakui bahwa penangkapan AH atas dasar laporan dari masyarakat luas yang merasa khawatir dengan adannya deklarasi yang bernada provaktif tersebut.

“Kami dapat mengamankan pelakunya saudara AH. Kemudian yang bersangkutan kita lakukan pemeriksaan, setelah itu kita tetapkan statusnya sebagai tersangka, dan saat ini kami lakukan penahanan,” sebut Iwan.

Baca Juga:  Seruan Moral 6 Ormas Keagamaan Tolak Intimidasi dan Politisasi Agama

“Dari hasil penyelidikan, kami melihat ada jadwal yang juga sudah dipersiapkan oleh yang bersangkutan untuk dilakukan kegiatan yang sama. Sebab itu, untuk mengantipasi hal yang sama agar tidak terulang kembali, yang bersangkutan kami lakukan penahanan,” sambungnya.

AH didakwa dengan Pasal 16 Juncto Pasal 4 huruf b ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008, tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (DD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: