HomePolitik

Peniliti LIPI: Politisi Domainnya Sebagai Peserta, Bukan Sebagai Wasit Pemilu

Peniliti LIPI: Politisi Domainnya Sebagai Peserta, Bukan Sebagai Wasit Pemilu

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kebijakan KPU dan Bawaslu akan tersandera oleh kepentingan parpol jika kedua lembaga penyelenggara Pemilu tersebut diisi oleh oleh para politisi.

“Saya tetap mengusulkan bahwa KPU dan Bawaslu tetap harus independen, jangan sampai dihuni oleh politisi,” terang Peneliti LIPI Siti Zuhro, Jumat (7/4/17) kemarin.

Menurtunya, politisi dari parpol tidak bisa bertindak sebagai “wasit” atau penyelenggara karena sudah mempunyai domainnya  sendiri dalam pemilu yakni sebagai peserta.

“Mereka bisa bermetamorfosis jadi apa pun, mulai jadi kader partai, lalu jadi anggota dewan atau legislatif, bisa menjadi kepala daerah melalui Pilkada, bahkan mungkin jadi menteri,”katanya.

Oleh karena itu, Ia mengharapkan agar KPU dan Bawaslu tidak diisi oleh politisi, ”Jadi tolonglah yang KPU ini dijaga betul, memang KPU dan Bawaslu ini orang-orang yang berkomitmen, bagaimana pun mereka juga mempertaruhkan kredibilitasnya,” pungkasnya.

Ziti berkaca pada tahun 1999 lalu, kala itu KPU diisi oleh orang Parpol. Hasilnya KPU kesulitan dalam menghasilkan dan mengumumkan putusan karena saling sandera sehingga presiden harus turun tangan.

“Nah, itu jangan sampai terulang lagi, sudahlah cukup,” tandasnya.

Ia menilai selama ini KPU bisa bekerja dengan baik sehingga usulan untuk memasukkan politisi di dalam KPU dengan alasan perbaikan kulitas tidak perlu dilakukan.

“Jangan ditarik ke mana-mana hanya karena kita menginginkan perbaikan kualitas dari KPU. Toh yang lalu juga sudah relatif oke,” pungkas Siti Zuhro. (DD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: