Perppu Keormasan Dinilai Diktator, ABG: Fadli Zon Tidak Peka

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk Reshuffle Datang Parpol Tegang di Jakarta, Sabtu (7/11). Diskusi tersebut membahas isu reshuffle jilid kedua Kabinet Kerja dan kaitannya dengan partai politik. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz/15.

YOGYAKARTA, SUARADEWAN.com – Aliansi Bela Garuda (ABG) Yogyakarta meenyesalkan pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon terkait Perppu tentang keormasan. ABG menilai bahwa Fadli tidak peka dan mengabaikan apa-apa yang telah disampaikan pemerintah sebelumnya terkait keormasan ini.

“Fadli Zon tidak peka dan mengabaikan hal-hal yang sudah disampaikan pemerintah melalui Menkopolhukam bahwa keluarnya Perppu tidak berart pemerintah bertindak sewenang-wenang,” terang ABG di Yogyakarta, Rabu (12/7/2017).

Sebelumnya, Fadli Zon menyatakan bahwa Perppu tentang keormasan yang dikeluarkan pemerintah, yakni Perppu Tentang Perubahan Atas UU No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, dinilai mengarah pada model kediktatoran gaya baru.

“Semangat tersebut dapat kita lihat dari beberapa hal. Misalnya saja, Perppu tersebut menghapuskan pasal 68 UU No.17 Tahun 2013 yang mengatur ketentuan pembubaran Ormas melalui mekanisme lembaga peradilan,” ujar Fadli.

Terhadap ini, ABG pun berharap, elit politik dan tokoh masyarakat yang selama ini menolak pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyadari bahwa ideologi dan paham khilafah yang diusung HTI merupakan ancaman dan bahaya laten.

“Ini mengancam integritas NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tandasnya.

Secara terbuka, ABG menyampaikan dukungannya kepada pemerintah untuk membubarkan HTI  dan ormas lain yang anti-keberagaman, anti-intoleransi, serta ormas yang menjadi embrio tumbuh berkembangnya radikalisme.

“Kami mengharap instansi dan kementerian terkait bisa lebih proaktif menyikapi keluarnya Perppu pembubaran ormas yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah,” harapnya.

Terakhir, ABG pun mengimbau kepada segenap elemen masyarakat, tokoh dan elit politik nasional yang masih mencintai NKRI untuk bersama-sama berjuang mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila dari rongrongan kelompok maupun ormas yang membahayakan. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90