HomeHukum dan HAM

Persekusi Indikasikan Lambannya Penegakan Hukum

Persekusi Indikasikan Lambannya Penegakan Hukum

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Maraknya tindakan hukum yang diambil oleh sebagian kelompok masyarakat belakangan terkhir, disinyalir sebagai konsekuensi atas penanganan penegak hukum yang lamban.

Hal tersebut disampaikan Direktur The Centre for Media, Gender and Democracy (CMGD) Telkom University Dedi Kurnia Syah saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone, oleh SuaraDewan.com

“Koridor hukum yang diambil oleh masyarakat sipil memang tidak dibenarkan. Hanya saja secara psikologis hal tersebut merupakan konsekuensi dari lambannya penegakan hukum dewasa ini,” ujarnya, pada (05/6)

Pemuda yang baru saja menyandang predikat Doktor diplomasi politik termuda di Universitas Syahid Jakarta ini beranggapan, pelabelan persekusi terhadap masyarakat sipil berlebihan, yang mana seharusnya pemerintah tidak gegabah dalam penggunaan label-label sensitif.

Baca Juga:  Gara-gara Sejoli Diarak Bugil, Pak RT Nangis-Nangis Minta Dihukum Ringan

“Rasanya apa yang terjadi tidak sampai pada diksi persekusi. Persekusi adalah tindakan mengabaikan hukum, sedang yang marak akhir-akhir ini sebatas upaya klarifikasi, itupun karena dipantik oleh agitasi-agitasi yang menyulut,” tukasnya.

Menurut Dedi Kurnia Syah, persekusi sendiri merujuk pada istilah baku bahasa Indonesia, dan memiliki arti tindakan sekelompok orang, yang melakukan penekanan kepada kelompok lain maupun individu, baik dengan cara psikis maupun fisik, dengan tujuan kelompok lain tersebut tunduk pada keinginan penekan.

Baca Juga:  Kasus Kekerasan Pada Perempuan, Pemerkosaan Nomor Satu

Oleh sebab itu dilanjutkan Dedi Kurnia Syah, pemerintah harus mampu menjadi penengah dari kisruhnya persoalan di masyarakat akhir-akhir ini. Sehingga antar pemangku kepentingan tidak saling menuduh di pusara konflik sosial, sebagaimana yang terjadi dewasa ini.

“Penegak hukum harus lebih tegas lagi. Tapi juga tidak harus gegabah dan terburu-buru. Sebab yang mereka hadapi adalah masyarakat yang sejatinya objek yang harus mereka ayomi dengan baik,” tandasnya. (fn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: