Perubahan Iklim Ancam Kepunahan Kopi, Greenpeace: Jangan Salah Pilih Pemimpin

SUARADEWAN.com – Greenpeace Indonesia rilis hasil penelitian terbaru Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), terkait akan mengurangnya produktivitas kopi dan beras Indonesia di masa mendatang, yang mana hal itu diakibatkan oleh perubahan iklim yang mengancam bangsa ini, bahkan dunia.

“Bagaimana makan siang teman-teman hari ini? Sesudah makan nasi dan lauk pauknya, pasti makin enak kalau dilanjut dengan minum kopi. Tapi sayangnya nanti anak cucu kita di masa depan akan sulit menikmati makan siang seperti kita sekarang,” tulis Greenpeace di instagram, Minggu (27/11).

Menurut BRIN, seperti dikutip Greenpeace, di masa mendatang diperkirakan sekitar 63-100% lahan perkebunan kopi tidak akan bisa ditanami akibat cuaca yang terlalu kering.

“Penelitian terbaru Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) @brin_indonesia memperkirakan di masa mendatang produktivitas beras dan kopi nasional akan jauh berkurang, dan makin terus berkurang. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah perubahan iklim. Sebanyak 63-100% lahan perkebunan kopi tidak akan bisa ditanami lagi akibat cuaca yang terlalu kering. Naiknya permukaan air laut akan mengurangi luasan sawah secara signifikan dan mengurangi produksi beras nasional,” paparnya.

Menurunnya produksi kopi tersebut berpotensi berdampak pada kerugian, yang diperkirakan bisa mencapai 42,4 Triliun /tahun nantinya.

“Nilai kerugian akibat ini diperkirakan bisa mencapai Rp 42,4 Trilliun/ tahun pada 2051-2080 dan meningkat Rp 56,45 trilliun/tahun pada 2081-2100. Ini menunjukkan bahwa masalah perubahan iklim adalah hal yang serius dan harus diatasi segera mungkin,” ujar Greenpeace.

Oleh sebab itu, Greenpeace menghimbau agar masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin, karena bagaimanapun juga, kebijakan politik memilki andil besar dalam menciptakan undang-undang yang ramah lingkungan atau malah sebaliknya.

“Karena itu daripada milih pemimpin yang cuma punya modal kerutan dan rambut putih, lebih baik kita pilih pemimpin yang sadar akan ancaman krisis iklim dan punya komitmen kuat, dan program jelas untuk menghadapinya. Karena ini demi masa depan kita dan anak cucu kita,” himbaunya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90