Perubahan Iklim: WMO Ungkap Prediksi Kekeringan 2050

SUARADEWAN.com РOrganisasi Meteorologi Dunia (WMO) merilis hasil analisisnya tentang perubahan iklim pada 29 November 2022.

Analisa perubahan iklim tersebut mencakup proyeksi aliran sungai, banjir, dan kekeringan dunia.

Dari analisa tersebut diketahui bahwa perubahan iklim telah mempengaruhi berkurangnya tingkat aliran sungai, dan juga mencairkan gletser. Ini disebabkan naiknya suhu global hingga 1,1 derajat Celcius dari pada masa pra industri.

Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas, mengungkapkan, “Dampak perubahan iklim dapat dirasakan melalui air. Kekeringan yang intens dan sering terjadi, banjir yang ekstrem, curah hujan yang tidak menentu, dan percepatan pencairan gletser akan terjadi.

Semua terjadi bersamaan dengan efek cascading pada ekonomi, ekosistem, dan semua aspek kehidupan sehari-hari.”

Taalas juga mengungkapkan bahwa tidak terdapat sediaan data yang cukup untuk memperkirakan secara tepat perubahan tentang distribusi, kuantitas, dan kualitas sumber daya air tawar.

Namun hasil analisis yang tersedia saat ini dapat menunjukkan situasi ekstrem yang akan terjadi tahun 2050. Diperkirakan pada tahun tersebut akan ada setidaknya sebulan penuh kekeringan di dua pertiga belahan dunia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90