HomeEkonomi

Perundingan Freeport, GP Ansor: Jangan Ada Pihak Cari Kesempatan

Perundingan Freeport, GP Ansor: Jangan Ada Pihak Cari Kesempatan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor konsisten dengan komitmennya untuk mengawal proses perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan PT Freeport Indonesia terkait perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang saat ini masih terus berlanjut.

GP Ansor mngingatkan jangan ada pihak yang mencoba bermain-main dan ingin mengambil keuntungan tertentu dari proses perundingan itu.

“Sejak awal kami telah berkomitmen untuk mengawal proses perundingan antara pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM, dengan PT Freeport. Jadi jangan sampai ada yang mencari kesempatan untuk keuntungan tertentu,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Selasa (25/4).

Baca Juga:  Pemerintah Mesti Waspada, HTI Mungkin Akan Bermetamorfosa

Yaqut mengingatkan semua pihak baik Pemerintah maupun DPR untuk kompak memenangkan perundingan itu, termasuk pada perundingan dengan perusahaan tambang yang lainnya.

“Mari berjuang bersama amanat konstitusi sesuai fungsi dan peran masing-masing. Dalam PP Nomor 1 Tahun 2017 sudah sangat jelas, tidak hanya soal IUPK saja tetapi ada kewajiban divestasi sebesar 51 persen dan pembangunan smelter dalam negeri. Jadi jangan mengganggu proses yang sedang berjalan,” sambung Yaqut.

Baca Juga:  Ahok-Djarot Silaturahim ke Pimpinan GP Ansor, Begini Pesan Ahok

Terkait ini, GP Ansor berencana akan menyurati pimpinan DPR, Ketua Fraksi, dan Ketua Komisi VII, untuk meminta dukungan sekaligus mengawal dan mengamankan proses perundingan dengan PT Freeport.

“Kemenangan konstitusi merupakan kemenangan rakyat Indonesia. Upaya ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya rakyat Papua dalam kasus Freeport,” tukas Yaqut. (ZA/trb)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: