HomeHankam

Pesan Lokataru di Hari Kebangkitan Nasional: Jangan Biarkan Penjahat Berkuasa

Pesan Lokataru di Hari Kebangkitan Nasional: Jangan Biarkan Penjahat Berkuasa

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sebuah lembaga advokasi hukum dan hak asasi manusia, Lokataru, menyempatkan menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada hari ini, 20 Mei 2017.

Dalam pesannya, Lokataru menghimbau agar masyarakat tidak membiarkan para penjahat negara berkuasa di Indonesia. Ini disampaikan langsung oleh pendiri Lokataru, Haris Azhar.

“Kita sebagai bangsa lebih banyak bersandiwara, membiarkan penjahat berkuasa. Mereka melakukan kekerasan, kriminalisasi, korupsi dan tidak taat hukum,” ungkapnya, Sabtu (20/5/2017).

Mereka, tambah Hariz, lalu mendakukan kebenaran dan menganggap yang berbeda sebagai penjahat dan tidak disiplin. Terlihat bagaimana sebagai berbangsa dijadikan klaim sepihak. Hal ini dicontohkan Haris dengan kasus pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Baca Juga:  Sejumlah Komunitas Masyarakat di Jawa Barat Dukung Pembubaran HTI

“Saya juga tidak setuju pada HTI, tapi cara negara menghardik HTI seolah si negara sudah benar dalam memberikan pelayanan keadilan dan kesejahteraan,” tandasnya kembali.

Lebih lanjut, Haris menilai bahwa ideologi HTI bisa subur justru karena abainya masyarakat terhadap hak-hak rakyat. Negara tidak menjalan pelayan yang baik bagi masyarakat.

“Masyarakat banyak yang ikut HTI atau sejenisnya karena mereka tidak pernah merasa sebagai pemilik di Republik ini. Kalau begini situasinya, kita hanya akan terus menyaksikan rentetan represi dan klaim ancaman satu sama lainnya,” ujarnya memperingatkan.

Baca Juga:  Pemerintah Siap Hadapi Gugatan HTI terkait Perppu Ormas

Padahal, dalam Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, mestinya bangsa yang sudah 70 tahun merdeka bisa menyerap semangat kebangkitan nasional itu dalam sistem dan kultur keseharian, bukan dalam seremonial setiap peringatannya saja.

“Kalau sudah begini (cara negara menghardik HTI), apanya yang mau bangkit? Yang ada malah tenggelam dan tertindas,” tegasnya.

Untuk mengubah kondisi itu semua, lanjut mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Republik Indonesia wajib dikelola oleh kecerdasan dan kematangan, dalam hal ini bukan dari penjahat negara sebelumnya itu. (ms/te)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: