HomeHukum dan HAM

Petani Kendeng Kecewa Atas Sikap Jokowi

Petani Kendeng Kecewa Atas Sikap Jokowi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Jokowi melalui Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menolak mencabut izin yang diterbitkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tuntutan dari para peserta aksi yang sebagian besar merupakan petani Kendeng yang berisi agar mencabut izin lingkungan tersebut dianggap sepenuhnya wewenang Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Itukan memang pemda punya kewenangan buat (menerbitkan) izin itu, tidak semua dari Presiden,” kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan.

Mendengar hal tersebut, petani Kendeng merasa kecewa. Sebab pada Agustus 2016 lalu Presiden Jokowi berjanji tidak ada aktivitas penambangan hingga Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang dilakukan pemerintah selesai dilakukan.

Gunarti, salah seorang petani pegunungan Kendeng saat bertemu langsung dengan Presiden bersama massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (ALAM), Rabu (22/3/2017), menyampaikan keluh-kesahnya atas sikap Ganjar Pranowo yang menerbitkan izin baru bagi PT Semen Indonesia untuk melakukan penambangan di wilayah pegunungan Kendeng.

Gunarti menganggap keputusan tersebut jelas tak menghiraukan janji Presiden dan melanggar putusan Mahkamah Agung (MA) pada 5 Oktober 2016. Sebab MA sendiri sudah meminta agar izin operasional pabrik semen PT Semen Indonesia di wilayah pegunungan Kendeng dibatalkan.

Namun, hal tersebut tidak mengubah pernyataan sikap Jokowi. Ia tak punya wewenang untuk mencampuri izin baru yang diterbitkan oleh Gubernur Ganjar.

“Yah, itu kalau mengenai izin harus tanyanya sama Gubernur. Selama ini sudah komunikasi sama Gubernur atau belum?,” lanjut Teten.

Jawab Gunarti, “Jangankan, bukan hanya komunikasi, kami itu sampai melakukan apapun. Jangan sampai Pak Ganjar itu mengeluarkan izin dulu. Tapi, gubernurnya sudah ngotot.”

Gunarti mengaku sangat sedih mendengarkan jawaban Jokowi. Bahkan ia sempat menangis.

“Kalau sekarang saya mendengar langsung dari Pak Jokowi dan sedih,” tuturnya. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: