HomeInternasionalTimur Tengah

Pidato Kontroversial Emir Qatar Jadi Pemicu Konflik Arab-Qatar

Pidato Kontroversial Emir Qatar Jadi Pemicu Konflik Arab-Qatar

QATAR, SUARADEWAN.com – Keputusan Arab Saudi dan sekutunya untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dipicu oleh pidato kontroversial Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani.

Pada 24 Mei 2017 lalu, Emir Qatar ini dilaporkan berpidato di sebuah upacara militer yang menyebut bahwa Iran merupakan kekuatan besar dan mengatakan hubungan Qatar dengan Israel baik-baik saja.

“Iran mewakili kekuatan regional dan Islam yang tidak bisa diabaikan, dan tidak bijaksana jika melawan mereka. Iran adalah kekuatan besar dalam stabilitas di kawasan,” ujarnya di salah satu satu siara stasiun televisi Qatar dengan tanpa menampilkan cuplikan pidatonya.

Berita tersebut juga menampilkan kata-kata Emir Qatar yang menilai tengah bersitegang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kini sedang disudutkan di negaranya karena berhubungan dengan Rusia.

Baca Juga:  Krisis Qatar vs Saudi Cs; Menanti Peran Damai AS

Atas pernyataan kontroversial ini, Arab Saudi dan negara-negara Teluk (sekutunya) menjadi berang. Pasalnya, selama ini Iran merupakan musuh bebuyutan mereka dalam berebut pengaruh di kawasan Saudi. Iran sendiri sampai hari ini berseberangan dalam berbagai konflik di Timur Tengah, seperti di Yaman dan Suriah.

Tak sampai di situ, kemarahan Arab Saudi dan sekutunya diperparah oleh menculnya cuitan dari akun Twitter Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. Dalam cuitannya, Menlu Qatar mengatakan Qatar akan menarik duta besar mereka dari negara-negara tetangga, termasuk di Mesir, Kuwait, dan Arab Saudi.

Ujung dari peristiwa ini, Saudi dan Uni Emirat Arab langsung memblokir semua media Qatar, termasuk Al-Jazeera.

Baca Juga:  Emir Qatar Tawarkan Kerjasama Infrastruktur Kepada Pemerintah Indonesia

Tak berselang lama setelah itu, pemerintah Qatar pun kebakaran jenggot. Mereka mengklaim bahwa pemberitaan itu tidak benar alias hoax. Menurut mereka, kantor berita Qatar telah diretas oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

“Hacker telah membuat kutipan palsu dari Emir dan Menlu Qatar. Media yang memuat kutipan itu juga tidak muncul di tayangan televisi Qatar, melainkan rekaan di tayangan Youtube,” terang Juru Bicara Pemerintah Qatar, Saif Ahmed Al-Thani.

Terlepas dari benar atau tidak informasi pemberitaan tentang Emir Qatar ini, Arab Saudi dan sekutunya telah mengambil langkah pemutusan hubungan diplomatik yang selama ini telah terjalin erat satu sama lain. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: