HomeEkonomi

PJBG Untungkan Negara sebesar Rp830 Miliar

PJBG Untungkan Negara sebesar Rp830 Miliar

BALI, SUARADEWAN.com – Penandatanganan Tiga Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) telah dilakukan pada acara Sarasehan Stakeholder Gas Bumi Nasional 2015 di Bali, Senin kemarin. Dari tiga PJBG ini, negara mendapat penerimaan sebesar US$ 61,4 juta atau sekitar Rp 830 miliar.

“Total perkiraan tambahan penerimaan Negara sebesar  US$ 61.366.553,” ujar Plt. Kepala Pusat Komunikasi Publik, Hufron Asrofi dikutip Katadata, Selasa (3/11).

Ketiga PJBG tersebut adalah PT Pertamina EP dengan PT Sinergi Patriot Bekasi untuk kebutuhan pembangkit listrik selama empat tahun. Total gas yang akan dipasok mencapai 3,5 juta-5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Ada juga PJBG antara ConocoPhillips (Grissik) Ltd dengan PT Odira Energi Karang Agung untuk kebutuhan lifting minyak bumi. Total gas yang akan dipasok sebanyak 0,7-1 miliar british thermal unit per hari (BBTUD), selama delapan tahun. Kemudian PJBG antara PT Pertamina EP dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI) untuk kebutuhan pabrik pupuk, dengan jumlah pasokan 17 juta MMSCFD selama dua tahun.

Dalam acara penandatanganan ini juga berlangsung diskusi mengenai Kebijakan Strategis Tata Kelola Gas Bumi. Beberapa hal dibahas antara Kementerian ESDM dan seluruh pemangku kepentingan migas. Mulai dari pembahasan  formulasi harga dan komersialisasi Gas hingga perencanaan dan pembangunan infrastruktur gas.

Diskusi ini menghasilkan  beberapa kesepakatan seperti pengaturan harga hulu dan hilir untuk mensinergikan kepentingan seluruh stakeholder. Tujuannya untuk menjamin ketersediaan pasokan,  normalisasi harga gas hilir melalui price pooling penyediaan gas bumi, serta percepatan pembangunan infrastruktur gas bumi nasional.

Pemerintah mengakui pengembangan gas bumi di Indonesia memiliki tantangan yang sangat besar. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan tantangan dalam pengembangan gas bumi sangat besar. Salah satunya mengenai cara pembangunan infrastruktur, fasilitas, serta sistem yang mendukung penyediaan gas untuk pembangkit listrik baik yang sudah ada maupun yang akan dibangun di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan kedepannya pemerintah akan mengubah paradigma baru untuk sektor migas. Di mana migas tidak lagi hanya sebagai komoditas, melainkan penggerak ekonomi masyarakat seperti menciptakan lapangan kerja baru.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0