HomeDaerahTangerang Raya

Polres Tangsel Sita 13 Unit Mobil Terkait Tindak Pidana Fidusia

Polres Tangsel Sita 13 Unit Mobil Terkait Tindak Pidana Fidusia

TANGSEL,  SUARADEWAN. com – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyita 13 unit mobil berbagai merk. Pengamanan mobil-mobil tersebut disebabkan oleh, sang pemilik terlibat kasus tindak pidana fidusia atau pengalihan objek kredit.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho Hadi mengatakan, pada periode bulan Agustus 2017 hingga bulan November 2017 Unit Pencurian Motor Sat Reskrim Polres Tangsel,  beserta Polsek-Polsek Jajaran Polres Tangsel menangani perkara jaminan fidusia dengan jumlah 30 perkara.

“Dari perkara yang ditangani tersebut, penyidik melakukan penyitaan objek fidusia yang berjumlah 13 unit mobil dengan berbagai merk,” katanya, di halaman Polres Tangsel,  pada Jum’at (01/12).

Baca Juga:  Polres Tangsel : Tindak Kriminal di Bulan Suci Ramadhan Menurun

Dikatakan AKP Alexander Yurikho Hadi, ada tiga mobil yang dialihkan atau digadaikan padahal belum lunas perihal kredit/fidusianya. Sementara 10 yang lainnya, merupakan gagal memenuhi perjanjian bayar dengan pihak lembaga penyedia jasa kredit atau leasing.

Sebanyak 13 Unit Mobil disita oleh polres Tangsel, terkait tindak pidana fidusia atau pengalihan objek kredit

“Jenis dan nilai kredit pun bermacam-macam, yang paling mahal disini ada BMW X5 dan Camry,” paparnya.

Menurut AKP Alexander Yurikho Hadi, tindakan Polri ikut hadir dan menyita kendaraan yang kreditnya bermasalah ini sudah diatur dalam Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2011. Hal ini tersebut dilakukan agar tidak ada cekcok atau pemukulan yang biasa terjadi antara pemilik kendaraan dengan pihak pemberi kredit saat penyitaan dilakukan.

Baca Juga:  Dua Mantan Wakil Rektor UIN Jakarta Diperiksa Polisi Terkait Pembangunan Asrama Fiktif

“Kami juga bergerak untuk meminimalisir terjadinya bentuk pidana lain, seperti pemukulan atau percekcokan, karena terkadang pihak leasing atau pemberi kredit yang menjaminkan fidusia ini menggunakan mata elang atau debt collector yang sangat riskan sekali,” jelasnya.

Para pelaku sendiri melanggar Pasal 36 UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (fn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: