HomeHukum dan HAM

Polri Buktikan Fitnah Operasi Intelijen Hitam Terkait Kasus Rizieq dengan Tangkap Pelaku Pembacokan Herman

Polri Buktikan Fitnah Operasi Intelijen Hitam Terkait Kasus Rizieq dengan Tangkap Pelaku Pembacokan Herman

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Penyerangan dengan senjata tajam yang dialami ahli IT ITB Hermansyah di Tol Jagorawi Jakarta Timur pada Minggu (9/7) lalu dianggap sebagian pihak sebagai operasi dari intelijen hitam Polri untuk membungkam Herman.

Pasalnya, mereka menuduh Polri merekayasa kejadian tersebut karena Herman diketahui berperan sebagai saksi ahli telematika yang menelaah chatting mesum WhatsApp yang diduga dilakukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dan Firza Husein.

Namun menurut pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib, pendapat sebagian pihak yang mengatakan bahwa kasus pembacokan itu merupakan rekayasa Polri, adalah pendapat yang tidak didasarkan pada bukti alias sekedar fitnah saja.

Menurut Ridlwan, Polri sudah membutikan bahwa pendapat itu hanya sebatas fitnah dengan cara menangkap pelaku pembacokan tersebut hidup-hidup sehingga bisa diinterogasi dan masyarakat pun bisa mengetahui motif sebenarnya dari pembacokan Herman.

“Polri hebat dan menjawab fitnah bahwa pembacokan Hermansyah adalah operasi intelijen hitam gara gara pendapatnya soal kasus chat, Polri mendengar aspirasi umat Islam,” kata Ridlwan di Jakarta, Rabu (12/7).

Menurut Ridwan, para penuduh yang getol mengatakan bahwa pembacokan Herman terkait dengan kesaksiannya dalam kasus chat mesum Imam Besar FPI mestinya harus mengikuti persidangan sampai selesai dan tidak setengah-setengah.

Mereka juga dihimbau Ridlwan untuk tidak hanya bisa menuduh, melainkan juga harus bisa membuktikan kebenaran tuduhannya tersebut berdasarkan bukti-bukti riil. Terkait hal itu, alumni S2 Kajian Intelijen UI ini mengapresiasi Polri yang tidak terpengaruh dengan penyebaran informasi miring tersebut.

“Saya kira para penuduh bahwa pembacokan Hermansyah terkait profesinya sebagai ahli IT harus mengikuti persidangan sampai selesai. Jangan hanya bisa menuduh tapi malas melakukan pembuktian. Polisi hebat tak terpengaruh hoax itu,” tukas Ridlwan.

Sebagamana diketahui, saat ini tim gabungan Polri sudah berhasil mengamankan dua orang pelaku pembacokan Herman yang bernama Edwin Hitupeuw (37) dan Lauren Paliyama (29). Keduanya diketahui berprofesi sebagai debt collector.

Keduanya ditangkap petugas usai menyembunyikan barang bukti mobil yang digunakan pada saat kejadian dari Bandung, Jabar. Mereka ditangkap ketika sedang berkendara di Jalan Dewi Sartika, Depok dari arah Bandung.

Sebelumnya, korban Herman terlibat pertengkaran dengan pelaku karena mobilnya bersenggolan dengan mobil pelaku di tol Jagorawi. Tidak terima dengan kejadian tu Herman kemdian mengejar kendaraan pelaku dan berhasil membuatnya berhenti.

Saat itu sempat terjadi pertengkaran hingga kemudian berlanjut dengan pembacokan terhadap Herman oleh pelaku. Saat Herman tengah dalam perlajalan. (za)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0