HomePolitik

PPP dan Golkar Bela Pidato Jokowi tentang Racun Kalajengking

PPP dan Golkar Bela Pidato Jokowi tentang Racun Kalajengking

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar membela Presiden Joko Widodo terkait pidato yang menyinggung harga racun kalajengking dan menyinggung kalau mau kaya, sebaiknya cari racun kalajengking dalam forum Musrenbangnas.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal harga komoditas di dunia yang paling mahal. Jokowi menyebut emas bukanlah komoditas yang paling mahal di dunia. Harga emas ternyata kalah jauh dibanding harga racun kalajengking.

“Ada fakta yang menarik, yang saya dapat dari informasi yang saya baca. Komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp 145 miliar per liter. Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” kata Jokowi dalam Musrenbangnas dalam Rangka Penyusunan RKP 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4).

Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan pidato itu jangan dipahami sepotong-sepotong agar maksudnya utuh tersampaikan. Menurutnya konteks pidato yang disampaikan presiden adalah Wirausaha.

“Ya memahami pidato Jokowi jangan sepotong-sepotong biar tidak salah paham. Dalam konteks pernyataan tersebut ingin disampaikan bahwa peluang wirausaha cukup banyak dan harga paling besar bukan emas tapi racun kalajengking yang bisa dibuat bahan obat,” kata Awiek kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

Baca Juga:  Idrus Menganggap Aklamasi Bukanlah Hal yang Tabu di Partai Golkar

Menurut Awiek, masyarakat saat ini hanya tahu bahwa emas adalah komoditas termahal. Padahal ada racun kalajengking. Pengungkitan racun itu oleh Jokowi, disebut Awiek, agar masyarakat mau berpikir luas.

“Karena di masyarakat masih terngiang bahwa yang paling mahal adalah harga emas. Ternyata perkembangan dunia bisnis mutakhir ada perubahan terhadap nilai sebuah barang. Maka, sebenarnya ini peluang usaha yang jarang sekali diketahui masyarakat. Hanya, tidak sembarang orang bisa mengambil cairan kalajengking, tapi dibutuhkan kemampuan dan keahlian khusus baik dari aspek budidaya maupun cara pengambilan cairannya agar tidak berbahaya,” imbuh anggota Komisi II DPR itu.

Partai Golkar juga membela Presiden Joko Widodo, Menurut Golkar, isi pidato Jokowi harus dimaknai utuh, jangan dangkal.

“Harus dipahami konteksnya pernyataan Pak Jokowi soal kalajengking itu. Beliau ingin men-challenge para kepala daerah dalam acara Musrenbangnas bahwa sesungguhnya potensi kekayaan alam yang dimiliki bangsa kita, terutama di daerah-daerah itu, luar biasa melimpahnya,” ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

Baca Juga:  Majelis Penyelamat PPP Gelar Munas Ulama untuk Selamatkan Partai

Ace memandang pernyataan Jokowi soal kalajengking sebagai pengingat bahwa bangsa Indonesia punya sumber daya berlimpah yang dapat dipakai untuk kesejahteraan rakyat. Dia lalu membandingkan racun kalajengking dengan sampah.

“Potensi kekayaan alam tersebut harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk kalajengking saja memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Jangankan kalajengking, sampah saja jika dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dapat menghasilkan nilai jual untuk tenaga listrik, pupuk, dan lain-lain,” tegas Ace.

Akhir kata, Ace meminta semua pihak cerdas dalam menanggapi komentar Jokowi. Dia meminta elite-elite tak melulu nyinyir ke Jokowi.

“Jadi sebaiknya jangan terlalu banyak nyinyir deh sama Pak Jokowi. Biasa saja. Tanggapi dengan cerdas pernyataan presiden itu,” katanya. (dk)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: