Presiden Ajukan Banding Atas Hak Tak Ekspor Nikel ke WTO

SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo dalam akun instagramnya, @jokowi, menuliskan bahwa kini Indonesia lebih memilih mengolah bahan tambang mentah, seperti nikel, untuk meningkatkan nilai ekonominya (31/11/2022).

“Sampai sekian tahun lalu Indonesia masih mengekspor nikel dalam bentuk bahan mentah yang nilainya hanya 1,1 miliar dolar AS.

Setelah pemerintah memiliki smelter dan menghentikan ekspor dalam bentuk bahan mentah, pada tahun 2021 ekspor nikel melompat berkali-kali lipat menjadi 20,8 miliar dolar AS atau Rp300 triliun lebih,” ungkapnya.

Akibat kebijakan pemberhentian ekspor nikel tersebut, Indonesia digugat oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Hal ini berkaitan dengan terhentinya pasokan nikel dari Indonesia sehingga industri di Eropa tidak dapat melanjutkan kegiatan produksinya.

Meskipun Indonesia kalah dalam kasus tersebut, Presiden Joko Widodo masih berusaha mempertahankan kebijakannya dengan mengajukan banding.

Presiden Joko Widodo berniat untuk melanjutkan hilirisasi bahan-bahan tambang, bukan hanya nikel tapi juga yang lainnya seperti bauksit.

“Gugatan ke WTO merupakan hak negara lain yang merasa terganggu dengan kebijakan pemerintah Indonesia. Namun, Indonesia juga memiliki hak untuk menjadi negara maju,” pungkas beliau.

Sebelumnya, Indonesia juga pernah menerima gugatan melalui WTO mengenai pembuatan mobil Nasional pada tahun 1996 yang membuat program tersebut dihentikan.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90