HomeEkonomi

Presiden Punya Target Besar, Menteri Yang Tidak Mampu Akan Dicopot

Presiden Punya Target Besar, Menteri Yang Tidak Mampu Akan Dicopot

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Jokowi menyatakan akan memberikan sanksi tegas pada menteri yang tidak berhasil memenuhi target pekerjaannya. Sanksi tersebut bisa berupa diganti, digeser, diberhentikan atau yang lainnya.

Hal tersebut disampaikan Presiden di dalam forum yang diselenggarakan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4).

“Saya kerja selalu pakai target, kalau saya selalu besar. Kalau tidak tercapai, urusannya akan lain, bisa diganti, digeser, bisa dicopot dan lainnya,” kata Presiden.

Presiden mengambil contoh mengenai sertifikasi tanah yang setiap tahun mengalami peningkatan. Yakni tahun ini targetnya 5 juta sertifikat tanah dan tahun depan targetnya meningkat jadi 7 juta sertifikat.

Dari 126 juta bidang tanah yang ada, baru 46 juta saja yang sudah disertifikasi. Persoalan ini penting bagi masyarakat sebab menjadi jaminan untuk mendapatkan akses modal dari lembaga pemimjaman.

“Rakyat tidak bisa mendapatkan akses permodalan, karena tidak ada jaminan, di negara pun sertifikat adalah hak properti rakyat,” tukas Presiden.

Untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, saat ini pemerintah tengah menyiapkan 12,7 juta hektare lahan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat melalui program redistribusi aset. Namun menurut Presiden, program ini bukan berarti membagi-bagi lahan kepada masyarakat, melainkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengolah lahan itu menjadi produktif.

“Saya nggak mau, pemerintah hanya bagi-bagi kemudian tanah itu dijual lagi. Skemanya harus dibicarakan secara detail, misalnya sebuah koperasi pondok pesantren minta konsesi 20 ribu hertare kami akan siapkan, tapi untuk apa? Pemerintah harus tahu,” pungkasnya. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: