HomeDaerahTangerang Raya

Prodi Kesos UMJ Gelar Seminar Nasional Sistem Perlindungan Anak di Indonesia

Prodi Kesos UMJ Gelar Seminar Nasional Sistem Perlindungan Anak di Indonesia

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Prihatin atas maraknya kasus kekerasan pada anak, Program Studi Kesejahteraan Sosial (Prodi Kesos) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), menggelar seminar nasional tentang sistem perlindungan anak di Indonesia, di Aula Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip), Lantai 4, pada Kamis (05/4/2018).

United Nations Children’s Fund (UNICEF) Jakarta Astrid Gonzaga Dionisio mengatakan, Unicef diberi mandat oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mengadvokasi perlindungan hak-hak anak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka serta memperluas kesempatan anak-anak untuk mencapai potensinya.

“Area kegiatan program kerjasama Republik Indonesia dan Unicef di tahun 2016 sampai 2020 mendatang, meliputi tiga item, yakni kaitannya dengan dukungan teknis, advokasi dan sasaran kebijakan, kemudian pengembangan bukti,” katanya.

Kemudian kaitannya dengan sistem perlindungan pada anak sendiri, menurut Astrid, ada lima elemen yang harus diingat. “Pertama, sistem kesejahteraan sosial bagi anak dan keluarga. Kedua, dukungan parenting pengasuhan anak, sementara pelayanan dasar lainnya yakni kesehatan dan pendidikan. Ketiga, sistem peradilan. Keempat, perubahan sosial. Kelima, pengasuhan anak, pengadilan anak, perawatan, adopsi, saksi anak dan korban anak,” paparnya.

Baca Juga:  Sidang Perdana Kasus Pemerkosaan Kepada Anak Oleh Ayah Tiri Di Tangerang Digelar

Baca juga: Kasus Kekerasan Pada Perempuan, Pemerkosaan Nomor Satu

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati menjelaskan, bahwa pemangku kepentingan perlindungan anak meliputi seluruh element masyarakat dan pemangku kebijakan.

“Selain orang tua, keluarga, dan masyarakat sekitar, pemerintah daerah juga negara harus hadir dalam memberikan perlindungan terhadap anak,” ujarnya.

Sementara, Ketua Panitia Seminar Nasional Sistem Perlindungan Anak di Indonesia Tuti Alawiyah mengaku, bahwa seminar nasional ini dilatarbelakangi adanya keprihatinan bersama, terkait banyaknya kasus kekerasan terutama pada anak yang terjadi baik dikeluarga, lingkungan, maupun sekolah.

“Kasus kekerasan pada anak merupakan fenomena umum di dunia, termasuk Asia Fasifik dan Indonesia. Lebih dari 1 Miliar atau setengah dari anak usia 2-17 tahun terpapar kekerasan fisik, seksual dan emosional. Prevalensi tertinggi terjadi di Asia, dimana lebih dari 700 juta anak terpapar kekerasan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Setelah Ditinggal Ibu, Dua Pelajar SMP ini 'Ngotot' Menikah

Tingkat kematian anak akibat tindak kekerasan di dunia, menurut Global Status Report on Violence Preventation tahun 2012 menunjukkan, anak usia dibawah 5 tahun adalah yang paling rentan mengalami kematian yang mencapai 2.7 anak per 100.000, untuk anak usia 0-4 tahun dan 1.5 anak per 100.000 anak usia 5-14 tahun. Sementara di Indonesia, berdasarkan Survey Kekerasan Nasional tahun 2013 yang dilakukan oleh pemerintah dan Unicef, menunjukkan 30 persen anak indonesia usia 13-17 tahun pernah mengalami satu dari jenis kekerasan fisik, emosional dan seksual dalam saru tahun terakhir.

“Untuk itu melalui seminar ini, kami berharap ada titik temu dan singkronisasi apa yang masih dan perlu dilakukan kedepan, baik oleh pemerintah, lembaga maupun perguruan tinggi,” pungkasnya. (FN)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: