oleh

Program DP Nol Rupiah Mesti Disegerakan Terwujud

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Program rumah DP nol rupiah merupakan perwujudan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Jakarta. Kebijakan tersebut diketengahkan agar masyarakat yang umumnya kelas menengah ke bawah dapat memiliki rumah sendiri, layak dan memenuhi standart kesehatan.

“Program DP Nol rupiah sangat penting diwujudkan mengingat harga-harga properti semakin hari semakin melangit, tak terjangkau. Jangan sampai mereka kelompok yang berduit dan kalangan atas yang dapat menikmati dan tinggal di Ibukota,” ujar Siti Mafruroh, Ketua Umum Sohib dalam sambutannya di Balaikota, Jakarta, Jumat (24/11).

Menurutnya, Kebutuhan akan rumah tinggal yang terjangkau bagi semua kalangan yang hidup, bekerja dan menetap di Jakarta sangat dibutuhkan. Pembangunan properti dan rumah tak boleh hanya dirasakan kelompok tertentu. Semua kelompok warga masyarakat meski merasakan pembangunan.

Baca Juga:  Warga DKI 'Dadakan' Tak Bisa Punya Rumah DP 0 Rupiah
Pemberian Plakat oleh Ketua Umum Sohib Indonesia kepada Kabid Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang Kota Pemprov DKI Jakarta

“Tentunya program ini ditujukan bukan untuk semua kalangan, tetapi mereka-mereka yang belum memiliki rumah dan akses untuk memiliki rumah. Utamanya, para pekerja informal yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan fasilitas kredit, karena tipe penghasilan yang tidak tetap seperti pekerja formal,” tekannya,

Secara lebih jelas, lanjutnya, program ini merupakan kredit murah berbasis tabungan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. “Kita berharap berbagai polemik mengenai aturan dapat dicarikan jalan keluarnya. Mengingat pentingnya program ini bagi kesamaan hak serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Baginya, yang lebih penting bagaimana penerapanan program DP Nol Rupiah dapat terelalisasi. Siapa dan apa syaratnya untuk mendapatkannya, dimana akan dibangun, seperti apa pola pembayaranya dan kapan program ini dimulai.

“Yang juga tak kalah penting lagi bagaimana masyarakat dapat menikmati tanpa ketakutan akan aturan main yang salah, masyarakat dapat mengakses tanpa sekat karena mendukung ataupun tidak pada Pilkada yang lalu. Dan pada akhirnya, semua masyarakat dapat memiliki rumah yang diidamkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Program Rumah DP Nol Rupiah Mendapat Antisius Masyarakat, Tapi ......

Untuk diketahui, baru setengah penduduk DKI yang punya properti sendiri (rumah/hunian vertikal) sementara 40 persen penduduk yang belum memiliki rumah sendiri umumnya berasal dari kelompok miskin. Kepemilikan rumah sangat penting ditunjang dengan kebijakan karena menyangkut kebutuhan pokok yang mencirikhan tingkat kesejahteraan dan kemakmuran. (aw)

Komentar

Berita Lainnya