Aksi Protes G20 Mural dan Poster di Berbagai Kota

SUARADEWAN.com – Aksi protes G20 dalam poster dan mural sebagian masyarakat  terdapat di berbagai kota pada bulan November 2022 ini. Poster dan mural tersebut terdapat di Jakarta Timur, Sleman, Purworejo, Purwokerto, Tulungagung, Temanggung, dan Salatiga.

Para seniman menggunakan medium berbagai dinding yang terdapat di daerahnya masing-masing untuk memperlihatkan aspirasinya dalam aksi protes G20. Dan sering kali terdapat tagar #EliteTogetherElitStronger pada aksi tersebut, sebagai pelesetan ironi dari moto penyelenggaraan KTT G20 “Recover Together, Recover Stronger”.

Poster aksi protes G20 di Jakarta Timur menggambarkan artis Maudy Ayunda mengenakan batik sedang berpose khas dengan mulutnya yang sedikit terbuka untuk memperlihatkan gigi kelincinya. Pada gambar Maudy tersemat tulisan “Apa sih G20?” dan “Apa itu G20?” sebagai ketidakpercayaan akan berdampaknya kiprah persatuan para pemimpin dunia untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Kementerian ESDM Targetkan Komitmen Percepat Transisi Energi

Di Sleman, mural di sebuah dinding menggambarkan tangan memegang bola dunia yang sedang terbakar. Di sampingnya tersemat tulisan “G20 bukan solusi”. Mural tersebut dilukis dua kali untuk menegaskan pesan si pelukis.

Mural cukup besar terdapat di Purworejo. Lukisan tembok tersebut menggambarkan manusia babi yang membawa ‘gunungan’ bertuliskan G20 berlatar lahan yang terbakar dan tulisan “G20 bukan solusi”. Di sampingnya lukisan perempuan sedang menembakkan panah dari sebuah busur dengan kain yang disematkan bertuliskan “#ELITTOGETHERELITSTRONGER”. Lukisan tersebut bersanding dengan lukisan fauna laut dan botol plastik.

Di Blitar-Tulungagung, poster-poster tertempel di tembok bersanding dengan tagar yang sama.

Di Purwokerto, mural di sebuah rolling door pertokoan melukiskan manusia bertopi dan gigi runcing sedang melahap kue berbentuk hutan. Ada juga tagar #EliteTogetherEliteStronger.

Baca Juga:  KTT 2022 Hasilkan 'G20 Bali Leaders Declaration'

Temanggung memiliki poster yang paling lugas. Dengan warna orange dan gambar wajah yang berteriak, tertulis “G20 project rampokan multinasional isine penjahat kelas dunia”.

Para seniman tersebut berusaha menyampaikan pendapatnya bahwa tidak ada yang bisa diharapkan dari pertemuan para pemimpin internasional tersebut. KTT G20 dianggap hanya menjadi pertemuan eksklusif dengan dalih pemajuan dan kesejahteraan tanpa memperhatikan keseluruhan pendapat masyarakat.

Pencitraan diri oleh pemerintah dinilai telah berlebihan karena diadakan di tengah kondisi masyarakat yang sedang bangkit dari krisis pasca pandemi yang menahun.

KontraS melalui akun instagramnya, @kontras_update, menuliskan bahwa banyak seniman yang merasa ‘kecele’ saat berpartisipasi dalam pameran atau pertunjukan di KTT G20. Di dalam pengamanan yang dinilai sangat berlebihan, pelaksanaan KTT G20 justru terasa membungkam banyak aspirasi masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90