HomeHukum dan HAM

Proyek Pengadaan Blanko e-KTP Terus Lanjut, Tapi Diawasi Ketat oleh Kemendagri

Ilustrasi e-KTP

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Meski saat ini proyek e-KTP sedang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan telah ditetapkan tersangka dari kasus tersebut, namun ternyata proyek pengadaan blanko e-KTP masih tetap dijalankan.

Namun meskipun begitu, Kementerian Dalam Negeri akan memastikan bahwa proyek yang sedang berjalan itu tetap pada jalurnya, yakni dengan melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap perencanaan dan pelaksanaan pengadaan blanko Kartu Tanda Penduduk Indonesia yang berbasis Elektronik itu.

Menurut Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil), Zudan Arif Fakrulloh, saat ini pihaknya telah menerjunkan tim penilaian independen (probity audit) untuk melakukan pengawasan.

Sedangkan mengenai awal proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek, Lembaga negara yang dipimpin oleh Tjahyo Kumolo ini sudah menggandeng tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat Jenderal Kemendagri sebagai probity auditor.

“Dari proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan saya minta di probity audit oleh tim BPKP dan Itjen Kemendagri,” Zudan lewat pesan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/3).

Dia meminta supaya tim probity auditor ini bisa bekerja secara profesional, objektif, dan cermat. Sebab tim inilah yang akan melakukan pengawasan terhadap tindakan kolusi dari pengadaan blanko e-KTP itu. Dengan demikian, diharapkan tim bisa memberikan masukan untuk dilakukan pembenahan jika ada kesalahan atau  skema yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam proses pengadaan blanko e-KTP. “Mereka saya minta bekerja seobyektif dan secermat mungkin,” kata Zudan.

Selain itu, Zudan juga mengimbau kepada dinas dukcapil di daerah se-Indonesia untuk mengambil pelajaran dari kasus proyek e-KTP yang merugikan negara triliunan rupiah ini, agar kejadian serupa tidak perlu terjadi lagi di masa yang akan datang. “Saya ingin semua pegawai dukcapil pusat maupun daerah belajar banyak dari kasus sekarang ini dan tidak  terulang dimasa depan,” tukas Zudan. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0