HomeSosial Budaya

Puluhan BEM Akan Turun Ke Jalan Tagih Janji Pemerintah

Ilustrasi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Elemen-elemen aktivis mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Bela Bangsa dan Rakyat rencananya akhir Maret 2017 nanti akan melangsungkan aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya pada pemerintah.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu Koordinator aksi yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Jakarta (Uhamka), Husnul. Menurut keterangan Husnul, aksi yang akan dilangsungkan pada 30-31 Maret itu sejauh ini sudah mengkonfirmasi 21 BEM yang akan bergabung. “Alhamdulillah 21 bem sudah bergabung dan nyatakan sikap untuk turun,” kata Husnul, Selasa (21/3).

Sebagaimana diketahui dari undangan aksi yang tersebar, aksi tersebut akan dilangsungkan selama dua hari, yakni pada Kamis – Jumat, 30-31 Maret 2017. Aksi akan dilangsungkan di depan gedung MPR RI di Senayan Jakarta, dan dimulai dari pukul 12.30 WIB hingga selesai.

Gerakan yang dipimpin oleh Zainudin Arsyad yang juga merupakan Presiden Asean Muslim Student Association (AMSA) ini, rencananya akan menyampaikan lima tuntutan pada Pemerintah. Pertama, menuntut agar kasus korupsi yang ada di indonesia saat ini seperti E-KTP, dan kasus korupsi yang belum diselesaikan agar segera diselesaikan. Kedua, menuntut agar dilakukan penegakan hukum dan menangkap penista agama. Ketiga, menuntut agar negara Kembali kejati diri bangsa Indonesia, yakni Pancasila dan UUD 1945 asli. Keempat, menuntut pemerintah tidak melakukan komersialisasi pendidikan. Dan yang kelima, menuntut agar dilakukan evaluasi terhadap kinerja Presiden Jokowi, dan menaikan gaji TNI, POLISI, Guru dan Buruh.

Baca Juga:  Dinilai Timpang, Mahasiswa Islam Anti Radikalisme Desak Polri Tuntaskan Kasus Hukum Habib Rizieq

Gerakan ini mempertanyakan tentang kenapa Indonesia dewasa ini masih saja terombang-ambing dalam berbagai hal. Dan masih saja disibukkan dengan isu-isu klasik seperti permasalahan ekonomi dan masalah-masalah tentang budaya. Padahal, moral bangsa ini terus tergerus bahkan mulai menuju ke arah yang terbilang runtuh.

Menurut gerakan Mahasiswa dan Pemuda ini, budaya yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sedikit demi sedikit mulai sirna, hal itu terlihat dari munculnya krisis moral yang berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, mereka juga mempertanyakan mengenai sumber daya alam Indonesia yang hampir sekitar  80 % nya dikuasi oleh kolongmerasi-kolongmerasi asing. Padahal, menurut mereka SDA itu semestinya menjadi aset nasional. Belum lagi mengenai hukum yang mereka nilai bermata tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Baca Juga:  Diduga Dianiaya Dosen, Mahasiswa Unpam Lapor Polisi

Mereka juga menyatakan keprihatinannya mengenai kemiskinan. Misalnya pada September 2016 lalu terlihat angka masyarakat miskin yang tinggi mencapai 73,19 persen. Belum lagi mengenai pengangguran pada 2017 yang menunjukan angka 3,4 juta orang.

Karena itu, menurut aktivis yang tergabung dalam gerakan ini, tugas mahasiswa sebagai agent of change dan Agent of control harus berjalan detik ini juga. Mereka menegaskan Pemerintah sebaiknya mengabulkan tuntutan mereka itu dengan lapang dada dan penuh dengan kesadaran, sebab jika tidak mereka mengancam untuk melakukan Revolusi. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0