HomeDaerahJabodetabek

Puluhan Nakes Terpapar Covid-19, Kota Depok Kekurangan Perawat

Puluhan Nakes Terpapar Covid-19, Kota Depok Kekurangan Perawat

DEPOK, SUARADEWAN.com — Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan ada banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19. Kondisi itu terjadi di hampir seluruh rumah sakit di Depok.

“Informasi dari rumah sakit, puskesmas, banyak nakes yang kena (Covid-19). Berapanya saya belum data, saya belum dapat datanya. Informasi dari semua rumah sakit ada tenaga kesehatan yang terkena,” katanya, Jumat (25/6).

Dia menambahkan, para perawat yang terpapar Covid-19 kondisinya saat ini sudah membaik. Mereka ada yang dirawat di rumah sakit dan ada juga yang isolasi mandiri di rumah. “Saat ini masih tertangani.”

Untuk melayani pasien Covid-19 pihaknya memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Para nakes diatur jam kerjanya. Ke depan pihaknya sedang meminta penambahan SDM ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sekarang lagi proses minta ke provinsi karena provinsi kan buka rekrutmen lewat Pikobar. Mudah-mudahan bisa dapat. Saat ini dengan sumber daya yang ada diatur shiftnya,” tukasnya.

Oleh karena itu dia mengharapkan kerjasama dan peran aktif masyarakat untuk sadar menerapkan protokol kesehatan. Karena saat ini tingkat keterisian tempat tidur sudah sangat tinggi. Bed occupancy rate (BOR) ICU mencapai 101% dan untuk isolasi mencapai 93,24%.

Baca Juga:  2 Bulan Tak Terima Gaji, Puluhan Nakes RS Permata Bunda Medan Demo

“Mohon juga dari masyarakat memahami keadaan seperti ini. Harusnya kita sama-sama karena permasalahan ini tidak hanya masalah pemerintah tapi masalah kita bersama. Itu yang harus dibangun semua juga memahami ini permasalahan kita karena kitanya juga tidak aware prokes,” imbaunya.

Dia meminta kesadaran warga untuk sama-sama menjaga protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran. Jika ada warga yang tidak memakai masker diharapkan saling mengingatkan.

“Mohon untuk masyarakat jadi kita peduli kalau orang ada yang tidak pakai masker kita tegur, tidak perlu menunggu satgas. Kemudian ketika ada orang yang makan-makan bareng juga diingetin,” ungkapnya.

Kemudian dia juga meminta agar warga menunda sementara aktivitas makan bersama. Karena hal itu dapat memicu penyebaran dengan sangat cepat. “Yang menjadi potensi penularan adalah makan bareng. Karena makan bareng kan buka masker sambil ngobrol. Lah ini kan yang kita merasa nggak apa-apa karena saudara, atau keluarga ini, kita harus peduli,” katanya.

Baca Juga:  2 Bulan Tak Terima Gaji, Puluhan Nakes RS Permata Bunda Medan Demo

Selain itu juga diingatkan agar tidak saling berbagi makana dalam satu wadah. Karena hal itu juga berpotensi terjadi penularan.

“Jadi untuk hal-hal kecil ini kita sendiri juga harus punya kepedulian. Jangan satgas harus gini gini, kok satgas semua. Kita sebagai anggota masyarakat tuh kaya tidak merasa peduli sih dengan ini. Jadi kalau kita bisa mengatasi masalah sendiri kenapa minta, soalnya kondisinya sudah kayak gini. Beda dengan kalau kondisinya masih aman, okelah satgas. Tapi kan Satgas juga terbatas,” pungkasnya. [mer/bal]

Comment