HomeParlementariaDPR RI

Rachmat Gobel: Saatnya Kita Merdeka dengan Perkenalkan Jati Diri Bangsa

Rachmat Gobel: Saatnya Kita Merdeka dengan Perkenalkan Jati Diri BangsaWakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel. Foto: Runi/Man

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengucapkan Dirgahayu ke-76 Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2021 kemarin.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) tersebut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meraih prestasi dengan semangat membangun negeri.

“Saatnya kita benar-benar merdeka dengan memperkenalkan jati diri bangsa Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-76, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” ujar RachmatRabu (18/8/2021).

Dalam pidato Presiden Joko Widodo tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2022 Beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI, Senin (16/8/2021), pemerintah telah menyiapkan sejumlah anggaran dalam rangka peningkatan produktivitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Yaitu, berupa anggaran pendidikan sebesar Rp541,7 triliun.

Baca Juga:  Anggota DPR/MPR RI Fraksi Nasdem Tri Murny Meninggal Dunia

Anggaran pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas dalam rangka memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi.

“Kita harus menyiapkan SDM yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global dengan tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila, berakhlak mulia, dan menjaga jati diri budaya bangsa,” jelas Presiden Jokowi di hadapan Rapat Paripurna DPR RI.

Baca Juga:  Fadli Zon Kekanak-Kanakan Terima Perwakilan HTI di Gedung DPR

Adapun reformasi pendidikan terkait jati diri bangsa tersebut ditekankan pada tiga hal. Pertama, peningkatan kualitas SDM melalui penguatan PAUD dan sekolah penggerak; Kedua, pemerataan sarana prasarana Pendidikan. Ketiga, menyelesaikan mismatch pendidikan dengan penguatan pendidikan vokasi, pengembangan riset terapan dan inovasi yang tersambung dengan industri dan masyarakat, program magang dan teaching industry, serta pelaksanaan program Merdeka Belajar. (parle/rdn/sf)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0