oleh

Ramai-ramai Desak Polisi Tangkap Abu Janda

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda telah resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian dan rasisme yang dilakukannya terhadap tokoh Papua, Natalius Pigai oleh DPP KNPI dengan nomor laporan KNPILP/B/0052/I/2021/Bareskrim pada Kamis 28 Januari lalu.

Berbagai pihak mendesak dan mendorong agar laporan terhadap Abu Janda tersebut di kepolisian diproses.

Waketum PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Jumat (29/1/2021) mengatakan Agar dugaan rasisme yang dilakukan Abu Janda tak terulang, Jazilul mewanti-wanti soal fitnah hingga hoaks. Anggota Komisi III DPR ini mengingatkan soal kemajemukan hidup di Indonesia.

“Saya pun prihatin kenapa saat ini kita gampang sekali saling singgung, saling benci, dan saling lapor. Perlu juga ditempuh langkah mediasi dan kekeluargaan. Kalau sudah dilaporkan, tugas polisi menindaklanjuti secara terbuka, adil, dan berdasarkan pada bukti-bukti, tidak terkecuali pada Abu Janda. Hukum tidak boleh pandang bulu atau berpihak pada kelompok tertentu,” kata dia.

Sementara itu Politisi Partai Gerindra Habiburokhman menyebut pertikaian terkait Permadi Arya alias Abu Janda tidak produktif.  Dia meminta semua pihak yang terlibat bersikap dewasa.dan mengingatkan Abu Janda tak gagah-gagahan merasa kebal hukum.

“Soal Abu Janda ini, saya pikir pendekatannya harus rekonsiliatif. Di satu sisi jangan ada pihak yang terlalu reaktif, sedikit-sedikit lapor. Di sisi lain, jangan juga ada oknum yang petanteng-petenteng menghina orang karena merasa nggak akan tersentuh hukum,” kata Waketum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga:  Pengamat: Publik Mati Rasa Dengan Imbauan Aktif Kritik Pemerintah

Partai Demokrat (PD) juga menilai tak seorang pun kebal hukum termasuk Abu Janda yang dilaporkan ke Bareskrim Polri. Kepala Departemen Hukum dan HAM PD Didik Mukrianto kepada wartawan, Jumat (29/1/2021) mengatakan  bahwa Dalam negara hukum yang demokratis seperti Indonesia tidak boleh seorang pun kebal hukum dan tidak tersentuh hukum dalam perspektif tanggung jawab hukum apalagi melakukan tindak pidana apapun.

“Penegakan hukum harus transparan, independen, tidak boleh pandang bulu, tidak boleh tebang pilih. Harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan imparsial, termasuk kepada Abu Janda apabila melakukan tindak pidana,” kata dia.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni (Fraksi Nasdem/ Dapil Jakarta)

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam cicitan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda yang bernada rasis. Menurutnya, polisi harus menindaklanjuti laporan terhadapnya.

“Polisi harus segera menyikapi kasus rasisme maupun agama yang dilakukan oleh Abu Janda. Ini jelas-jelas hate speech berbau SARA, jadi polisi harus tangkap,” ujar Sahroni lewat keterangan tertulisnya, Jumat (29/1).

Jika polisi menangkap Abu Janda, dia berharap, hal tersebut dapat memberika efek jera terhadapnya. Mengingat, pernyataan dan cicitannya berpotensi memecah-belah bangsa.

Abu Janda dilaporkan karena diduga melanggar Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (3) dan/atau Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, kebencian atas permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Baca Juga:  PB HPMIG Tolak Kongres Lanjutan dan Akui Haris Pertama Sebagai Ketua Umum DPP KNPI
Tokoh Papua yang juga mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai

Laporan KNPI berawal ketika Natalius Pigai terlibat argumentasi dengan eks kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono. Namun, pada 2 Januari 2021 lalu, Abu Janda lewat akun Twitter @permadiaktivis1 membela Hendropriyono. Abu Janda melontarkan pertanyaan terkait kapasitas Natalius berdebat dengan Hendropriyono.

“Kapasitas Jenderal Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur Bais, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor Filsafat Ilmu Intelijen, Berjasa di Berbagai Operasi militer. Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belum kau?” cicit Abu Janda, beberapa waktu lalu.

Sementara itu Abu Janda mengklarifikasi bahwa cuitannya itu bukan rasial. Abu Janda menyebut laporan KNPI bersifat asumtif.

“Kalau dari konteks objek laporannya sebenarnya kan itu kan asumtif. Jadi mereka berasumsi bahwa saya ini rasis. Padahal, kalau dari kalimatnya, nggak ada, pertama konteksnya bukan menyatakan, tapi bertanya,” kata Abu Janda seperti dilansir detikcom, Kamis (28/1). (red/*)

Komentar

Berita Lainnya