HomeHankam

Reaksi Cepat Pihak Kepolisian terhadap Provokasi dan Berita Hoax

Reaksi Cepat Pihak Kepolisian terhadap Provokasi dan Berita Hoax

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung hari ini diwarnai dengan bertebarannya berita hoax atau berita palsu dan perilaku intimidatif. Besar dugaan ada pihak-pihak tertentu yang berusaha membentuk opini dan membentuk sentiment publik bahwa pelaksanaan Pilkada Jakarta ini tidak berlangsung kondusif.

Pihak keamanan patut diberikan apresiasi yang tinggi, yang segera merespon cepat dari setiap ada informasi yang diperoleh dan segera melakukan pengecekan ke lokasi. Berikut hasil pantauan pihak keamanan terhadap informasi-informasi terkait beberapa TPS di wilayah jakarta barat yang diduga didatangi oleh sekompok orang yang menggunakan pakaian yang bercantumkan atribut paslon atau berisi provokatif.

1. TPS 10 Maphar Taman Sari

Di temukan 10 orang yang berpakaian putih bertuliskan “b3rsatu kita teguh, terkotak kotak kita runtuh”. Kemudian tindak lanjut adalah melakukan pengecekan identitas dan menyuruh untuk mengganti pakaian agar dapat melakukan pencoblosan.

2. TPS Pegadungan depan pesantren Nur Zaman

Ditemukan 10 orang massa yang berasal dari pontianak dengan tujuan untuk melihat jalannya pemungutan suara. Tindakan yang dilakukan adalah menghimbau untuk meninggalkan tempat. Massa meninggalkan tempat dan masih bertahan di Masjid dekat lokasi.

3. Tps 13 Tegal Alur

Informasi terdapat sejumlah massa yang melakukan kegiatan anarkis. Namun setelah dicek tidak ditemukan massa yang dimaksud.

4. TPS 57 Meruya Utara

Informasi terdapat sejumlah massa yang melakukan kegiatan anarkis. Namun setelah dicek tidak ditemukan massa yang dimaksud.

5. TPS 05 Kuningan Timur

Polisi membubarkan sekelompok orang yang mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 05 Kuningan Timur, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Mereka diduga hendak melakukan tamasya Al Maidah dengan mengawasi TPS

6. TPS TPS di Duren Sawit, Pondok Ranggon dan Cipayung, Jakarta Timur.

Di TPS tersebut, jumlanya bermacam-macam, ada yang 8 orang, 41 orang. Selain datang ke TPS, ratusan orang lainnya juga diamankan polisi karena hendak melakukan hal serupa. Mereka ada yang dicegat di jalan, ada juga yang didatangi ke tempat penampungannya.

Kedatangan massa tersebut ke TPS tidak memiliki motif yang jelas. Namun kedatangan massa ke TPS bisa membuat warga terintimidasi, sehingga polisi bertindak untuk mengamankan. 

“Total semuanya ada sekitar 350-an, sudah kita pulangkan, kita fasilitasi karena alasan mereka mau pulang tidak ada kendaraan,” Ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo kepada detikcom, Rabu (19/4/2017)

Menurutnya, rata-rata massa yang datang ke TPS di Jakarta Timur itu bukan warga asli Jakarta, rata-rata berasal dari dari Jawa Timur dan mengaku dari tim Paslon nomor urut 3. (SD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: