Hankam  

Respon atas Serangan Gereja St. Luwina, Sleman Jogkarta, Pengasuh Ponpes KH Abdul Hamid Bin KH Muhlisun Berikan Pernyataan Sikap

MAGELANG, SUARADEWAN.com – Aksi penyerangan yang terjadi di Gereja St. Liwina Sleman Yogyakarta yang dilakukan oleh seorang yang bernama Suliono alias Abdul Hadi dengan mengakibatkan beberapa Jamaat Gereja mengalami luka akibat terkena senjata tajam dari pelaku, pada Minggu (11/2/2018) kemarin mendapat reaksi pengecaman dari berbagai macam pihak.

Seperti halnya aksi kecaman berasal dari Pengasuh Ponpes Sirojul Muhlasin, Dusun Krincing, Desa Secang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Pada jumpa pers yang terjadi pada 15 Februari 2018 sekira pukul 16.00 WIB itu mengeluarkan point-point pernyataan sikap terhadap aksi pembrutalan yang dilakukan pelaku.

Diantaranya yang mengikut jumpa pers tersebut adalah Ustadz Muhammad Bin KH. Muhlisun yang merupakan Putra pertama KH. Muhlisun, Ustadz KH. Abdul Hamid Bin KH. Muhlisun (Putra Kedua KH. Muhlisun), Ustad Muamar selaku pengasuh ponpes Sirojul Muhlasin II Krincing Secang, dan Ustadz Hanafi selaku pengajar di Ponpes Sirojul Muhlasin I Payaman Secang.

Baca Juga:  Menkeu Sri Mulyani : Ancaman Krisis Energi dengan Eskalasi Perang di Ukraina

Adapun isi dari pers realease pihak Ponpes Sirojul Muhlasin yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hamid, diantaranya sebagai berikut:

  1. Kami sangat tidak setuju dan mengutuk keras atas tindakan penyerangan yang terjadi di gereja St. Lidwina Sleman Jogjakarta
  2. Pihak pesantren tidak pernah mengajarkan kekerasan dan hal-hal yang bersifat radikal apalagi terorisme
  3. Kami selaku pesantren memiliki pandangan yang positif tentang Islam yang rahmatal lil alamin
  4. Pesantren kami sejak berdiri 102 tahun yang lalu hingga sekarang masih tetap berpegang teguh dalam menganut, mengajarkan dan mempertahankan paham ahlu sunnah wal jamaah, dengan mengikuti paham asy’airiyyah bermadzab fiqih Safii serta tassawuf imam Junaid Al Baghdadi dan Imam Ghozali, sejalan dengan paham pesantren NU lainnya.
  5. Kami menghimbau kepada seluruh wali murid, alumni pada khususnya dan warga masyarakat pada umumnya untuk menjaga kedamaian, keamanan, ketenangan, dan ketertiban serta tidak terpancing dengan situasi dan kondisi yang sedang berlaku saat ini.
Baca Juga:  Jelang Libur Lebaran; Kapolri: Tutup Tempat Wisata di Zona Merah

“Harapan besar kami, semoga Alloh SWT mencurahkan rahmat-Nya kepada seluruh bangsa Indonesia yang menjaga keutuhan NKRI yang aman, damai, sejahtera. Kami informasi kepada keluarga besar ponpes Sirojul Muhlasin (wali santri, alumni) bahwa pesantren dalam keadaan baik, tenang dan kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa.” tutup Ustadz Abdul Hamid.

( Atas nama Pengasuh Pesantren KH. ABDUL HAMID Bin KH. MUHLISUN )

Berikut isi video pernyataan sikapnya :

https://www.youtube.com/watch?v=L_SAWxVkwBI&feature=youtu.be

 

Tinggalkan Balasan

banner 728x90