Ridwan Kamil Tak Ingin Dianggap Ngotot Dirikan Masjid

SUARADEWAN.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan klarifikasi atas persoalan pembangunan masjid yang menyebabkan relokasi SD Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat.

Ridwan Kamil menuturkan, dalam akun instagramnya @ridwankamil (17/11), bahwa bukan dirinya yang membutuhkan atau menginginkan masjid tersebut.

Niat Ridwan Kamil berawal dari keluhan warga Depok yang kesulitan menemukan masjid di Jalan Margonda saat pulang kerja. Karena itulah Ridwan Kamil berupaya menampung aspirasi warga untuk mewujudkan masjid yang dibutuhkan.

Baca Juga:  Cerita Ridwan Kamil tentang Pemulung yang Lagi Berkhayal di Depan Starbucks: Feeling Saya si Bapak Kepengen

Kemudian Ridwan bertanya tentang lahan kosong yang ada di wilayah kerjanya tersebut. Namun justru Pemkot Depok kemudian menunjuk lokasi SD Pondok Cina 1.

Menurut Pemkot, pihaknya bermaksud mengalihkan SD tersebut karena keamanan lalu lintas yang padat berbahaya bagi anak-anak.

Lagipula, bila tanah yang digunakan untuk realisasi masjid berasal dari tanah bukan milik negara, harganya terlalu mahal. Harga tanah di Depok dapat mencapai 30 juta rupiah per meter persegi.

Baca Juga:  Gempa Cianjur: 162 Orang Meninggal, Indonesia Berduka

Koordinasi antara Pemkot dan Ridwan Kamil rupanya terdapat selisih paham. Ketiadaan lahan kosong dan perintah untuk mencari lokasi dari bangunan yang kurang bermanfaat menjadi pangkal wacana pengalihgunaan sebuah SD.

Pada akhirnya, karena SD tersebut masih mempunyai murid, maka reaksi orang tua murid pun bisa dipastikan kecewa. Kekecewaan orang tua murid yang SD anaknya akan digusur tersebut dilayangkan sebagai protes kepada Pemkot Depok. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90