Rizal Ramli Kembali Sentil Sri Mulyani Soal Bunga Utang RI: Ekonom-ekonom Kritis Sudah Mengingatkan dari 5 Tahun Lalu

SUARADEWAN.com – Sudah menjadi rahasia umum mengenai utang Indonesia yang amat meningkat. Menurut CNN Utang RI Tembus sampai Rp 7.420,4 T Per September 2022. Selain utang yang sudah melebihi batas rasional, bunganya pun tak kalah mengejutkan. Baru-baru ini Indonesia mendapatkan teguran dari IMF.

Nilai biaya pinjaman pemerintahan Indonesia dinilai terlalu tinggi oleh lembaga moneter dunia alias International Monetary Fund (IMF). Ekonom senior Rizal Ramli turut berkomentar. Ia menilai bahwa bunga utang RI ketinggian.

Seperti dikutip RMO.iD, RR telah menyampaikan sejak lama mengenai sovereign borrowing cost yang dicatat IMF mencapai 8 persen atau masuk 3 besar persentase bunga utang bersama dengan Bangladesh dan India.

Baca Juga:  Ali Mochtar Ngabalin; Dulu Berseberangan Dengan Jokowi, Sekarang Masuk Istana

“Ini mah lucu pisan. RR dan ekonom-ekonom kritis sudah lima tahun nyatakan bahwa bunga utang RI ketinggian, lebih mahal dari 3 negara yang ratingnya lebih rendah,” ujar RR kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/11).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) ini menuturkan, besaran bunga utang yang mencapai 8 persen dalam tenor 10 tahun, menurutnya akan memberatkan fiskal.

Baca Juga:  Setelah Gerindra, Demokrat Akan Undang PKS dan PAN

Untuk itu, RR mengingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) agar tidak sembarang menyusun kebijakan fiskal, khususnya yang terkait angka defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Tidak hanya itu, RR mengingatkan bahwa ulah kebijakan pemerintah itu akan ditanggung rakyat. Rakyat yang akan membayar bunga utang yang tinggi itu.

“Hai SMI, bunga ketinggian itu rakyat yang harus bayar?” demikian kata RR.***

 

Tinggalkan Balasan

banner 728x90