HomeKorupsi

RJ Lino 1,5 Tahun Tersangka KPK dan Belum Ditahan

RJ Lino 1,5 Tahun Tersangka KPK dan Belum Ditahan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino tersangka kasus korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) 2010 dengan  kerugian negara mencapai Rp 32,6 miliar, masih bisa menghirup udara bebas.

RJ Lino ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK sejak 18 Desember 2015 lalu bersama dengan mantan Direktur Teknik Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro (HBK). Namun hingga kini belum ada penahanan yang dilakukan oleh KPK, padahal ini sudah memasuki 1,5 tahun sejak tanggal penetapan tersangka.

Lino diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 32,6 miliar. Lino dijerat pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Baca Juga:  Drama Menteri BUMN Rini Soemarno, Dari Dilarang ke DPR hingga Rekaman Proyek Viral

Menurut KPK, penanganan kasus ini memang membutuhkan waktu lama lantaran masih melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum di Tiongkok.

Baca: Sudah Setahun Tersangka, RJ Lino Belum Ditahan, Ada Apa KPK?

“Memang butuh waktu untuk menangani kasus ini dan kami terus berkomunikasi dan koordinasi,” terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (24/3/2017)

Terlebih kasus ini juga terkait dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor sehingga membutuhkan waktu untuk menghitung kerugian uang negara.

“Butuh waktu yang lebih lama dalam proses penyidikan ini utamanya menghitung kerugian negara. Apalagi kan kasus ini lintas negara,” tegasnya.

Tidak ditahannya seorang tersangka KPK dalam waktu yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya mantan Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmo Martoyo yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Innospec ke Pertamina sejak November 2011 (Ditahan 24/5/2015).

Baca Juga:  IBC Dukung KPK Baru Usut Tuntas Kasus Pelindo II Hingga ke Akar-akarnya

Nama lainnya, Willy Sebastian, Direktur PT Soegih Interjaya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus yang sama sejak Januari 2012 (ditahan 24/5/2015).

Yang  terbaru dari perkembangan kasus ini adalah sejumlah perwakilan Pantia Khusus (Pansus) Pelindo DPR RI mendatangi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (17/7/2017) siang.

Kedatangan Pansus Angket Pelindo dalam rangka menyerahkan laporan hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap perpanjangan kontrak JICT.

Rombongan Pansus Angket Pelindo dipimpin Ketua Pansus, yakni Rieke Diah Pitaloka. Turut mendampingi Darmadi Durianto serta Daniel Johan. (ALH)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: